Awas Keliru! Aplikasi AI Pelacak Kalori Cenderung Meleset Menerka Lemak dan Kalori

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
Awas Keliru! Aplikasi AI Pelacak Kalori Cenderung Meleset Menerka Lemak dan Kalori ilustrasi(Magnific)

APLIKASI pencari kalori berbasis kepintaran buatan (AI) nan mengandalkan foto makanan sekarang kian terkenal lantaran kemudahannya. Namun, penelitian terbaru menunjukkan aplikasi ini dapat menyajikan hasil hitungan nan jauh lebih rendah dari kandungan gizi nan sebenarnya berada di atas piring.

Dalam pengetesan terhadap empat aplikasi berbasis foto, para peneliti menemukan bahwa perkiraan kalori dan lemak rata-rata sekitar sepertiga terlalu rendah.

Teknologi ini bekerja dengan mengenali gambar makanan dan memperkirakan ukuran porsinya, nan kemudian dicocokkan dengan pedoman info nutrisi.

"Aplikasi pencari kalori berbasis foto sangat populer, terutama bagi orang nan mencoba mengelola kesehatan alias menurunkan berat badan," kata Aaron Hengist, postdoctoral visiting fellow di National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), bagian dari National Institutes of Health (NIH).

"Namun, kecermatan dari banyak aplikasi ini belum dievaluasi secara menyeluruh. Studi kami membantu menjawab pertanyaan ini dengan memandang apakah aplikasi-aplikasi ini dapat mengestimasi kalori secara andal," tambahnya.

Temuan ini dipresentasikan oleh Olivia Charles, peneliti dari NIDDK, pada arena NUTRITION 2026, pertemuan tahunan American Society for Nutrition nan digelar 25-28 Juli di National Harbor, Maryland.

Pengujian dengan Dapur Metabolik Khusus

Pengujian dilakukan menggunakan 102 foto makanan terstandarisasi nan disiapkan di dapur metabolik terkontrol dari studi klinis NIH. Di dapur tersebut, setiap bahan makanan ditimbang hingga ketelitian 0,1 gram sehingga memberikan info referensi nan sangat akurat.

Foto-foto tersebut kemudian dimasukkan ke empat aplikasi populer: MyFitnessPal, LoseIt!, CalAI, dan Appediet.

"Dengan menggunakan makanan nan disiapkan di dapur metabolik nan dikontrol secara ketat, kami dapat membandingkan perkiraan aplikasi dengan referensi nan tepat," ujar Hengist. "Perbandingan langsung berbobot tinggi seperti ini belum pernah ada sebelumnya."

Hasil pengetesan menunjukkan bahwa di seluruh aplikasi, perkiraan kalori rata-rata terlalu rendah sekitar 250 hingga 345 kalori per porsi makan. Aplikasi juga memperkirakan kandungan lemak sekitar 30 gram lebih rendah dari info asli. MyFitnessPal dan LoseIt! tampil lebih jeli saat menganalisis makanan berkalori tinggi dibandingkan makanan berkalori rendah. Selain itu, keempat aplikasi mencatat perkiraan karbohidrat secara lebih konsisten.

"Orang nan menggunakan aplikasi pencari berbasis foto tanpa menyesuaikan porsi alias memasukkan jumlah makanan kudu menyikapi hasilnya dengan hati-hati," imbau Hengist. "Aplikasi ini condong meremehkan kalori, terutama dari lemak, sehingga apa nan sebenarnya mereka makan kemungkinan lebih tinggi daripada nan ditampilkan aplikasi."

Makanan Keto Lebih Sulit Dibaca AI

Pengujian lanjutan terhadap lebih dari 200 makanan tambahan mengindikasikan bahwa aplikasi AI mengalami kesulitan lebih besar saat mengevaluasi hidangan diet ketogenik rendah karbohidrat. Makanan keto umumnya mengandung lebih banyak lemak, variabel nan secara konsisten kandas dihitung dengan tepat oleh AI.

Para peneliti menyarankan agar pengguna mengombinasikan perangkat berbasis foto ini dengan metode pencatatan tradisional agar perkiraan asupan harian menjadi lebih akurat. (Science Daily/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia