Mosaik sinar tampak ini menunjukkan LMC dan SMC. Dipisahkan oleh sekitar 21 derajat, kedua galaksi ini mudah terlihat dari Belahan Bumi Selatan sebagai bercak bercahaya samar di langit malam.(Axel Mellinger, Central Michigan University/NASA Visualization Studio)
DUA galaksi kerdil tetangga Bimasakti, Awan Magellan Besar (LMC) dan Awan Magellan Kecil (SMC), selama ini dikenal sebagai "saudara kandung" nan setia mendampingi galaksi kita. Namun, pengamatan terbaru mengungkapkan adanya ketegangan kosmik di antara keduanya. Awan Magellan Kecil dilaporkan mulai hancur akibat tarikan gravitasi kuat dari saudaranya nan jauh lebih besar.
Selama ini, para astronom meyakini style gravitasi Bimasakti adalah satu-satunya pemicu eksternal nan merusak struktur kedua galaksi kerdil tersebut, apalagi sampai merobek aliran gas raksasa nan disebut Aliran Magellan (Magellanic Stream). Namun, info terbaru dari Teleskop Survei Terlihat dan Inframerah untuk Astronomi (VISTA) milik Observatorium Selatan Eropa (ESO) di Cile membuktikan perihal lain. LMC rupanya ikut andil dalam merusak corak SMC.
Selama 11 tahun terakhir, teleskop VISTA telah memetakan pergerakan jutaan bintang secara mendetail melalui pancaran inframerah nan bisa menembus debu tebal antariksa. Hasilnya di luar dugaan para ilmuwan.
"Saat pertama kali memandang hasilnya, saya kagum dengan kualitas pergerakan bintang nan terukur," ujar Florian Niederhofer dari Institut Astrofisika Potsdam Leibniz (AIP) Jerman dalam sebuah pernyataan. Ia menambahkan bahwa kombinasi pengamatan selama lebih dari satu dasawarsa ini sukses memetakan pergerakan internal SMC dengan perincian nan luar biasa untuk ukuran observasi berbasis darat.
Sebelumnya, pergerakan bintang di dalam SMC diasumsikan sebagai rotasi galaksi nan normal. Namun, info VISTA menunjukkan bahwa bintang-bintang tersebut sebenarnya bergerak secara massal keluar dari inti galaksi dengan kecepatan rata-rata 17 kilometer per detik. Arah pergerakan ini membentuk poros lurus nan mengarah tepat ke arah LMC. Fenomena ini menjadi bukti kuat bahwa style pasang surut (tidal forces) gravitasi LMC tengah meregangkan dan mencerai-beraikan SMC.
"Hasil ini mengungkap adanya ekspansi pasang surut skala besar di seluruh SMC dan mematahkan dugaan lama bahwa Awan Magellan Kecil berperilaku seperti cakram nan berputar," kata Sreepriya Vijayasree, penulis utama penelitian nan diterbitkan dalam jurnal Astronomy & Astrophysics. Menurut Vijayasree, pergerakan internal bintang di SMC tidak didominasi oleh rotasi nan teratur, melainkan oleh gangguan gravitasi akibat pertemuan berulang kali dengan LMC selama miliaran tahun.
Di masa depan, simulasi menunjukkan bahwa kedua galaksi kerdil ini ditakdirkan untuk menyatu dengan Bimasakti dalam beberapa miliar tahun ke depan. Namun hingga waktu itu tiba, LMC diprediksi bakal terus merobek dan "mencuri" bintang-bintang dari saudaranya nan lebih kecil. (Space/Z-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·