Awal Mula Pria Pegang Pisau Ditemukan Tewas di Kebun Jagung Bogor

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Bogor -

Pria tanpa identitas ditemukan tewas di tengah kebun jagung dalam kondisi memegang pisau di Sukaraja, Kabupaten Bogor. Korban ditemukan penduduk nan melintas di letak usai membersihkan kebun.

"Kronologi kejadian, sekitar pukul 10.00 WIB kedua saksi saat itu sehabis bekerja sebagai pembersih kebun, ketika melintas di TKP terlihat ada sosok nan mencurigakan. Kemudian setelah didekati terlihat ada sosok mayit dengan posisi tertelungkup menyamping," kata Kapolsek Sukaraja AKP Ade Rahmat, Jumat (17/4/2026).

Temuan tersebut dilaporkan ke ketua lingkungan dan pihak kepolisian. Setelah dilakukan olah TKP, jasad laki-laki tanpa identitas tersebut dibawa ke ke rumahsakit untuk diautopsi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Adapun ciri-ciri korban yakni, memakai baju kaos lengan panjang warna hitam, celana pendek hitam, tinggi sekitar 150 cm, berat Sekitar 60 kg, rambut pendek, kulit putih

"Selanjutnya, jenazah korban telah dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Saat ini, kasus tersebut tetap dalam penanganan Satreskrim Polres Bogor guna kepentingan penyelidikan dan penyidikan," kata Ade.

"Kami mengimbau kepada masyarakat nan merasa kehilangan personil family dengan ciri-ciri tersebut agar segera menghubungi pihak kepolisian terdekat," imbuhnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Anggi Eko Prasetyo mengatakan mayit laki-laki itu ditemukan dalam kondisi sembari menggenggam pisau. Belum diketahui pasti penyebab korban tewas.

"Saya belum tahu, hanya nan dilaporkan (korban) tidak dalam kondisi tertusuk. Ya hanya sebatas memegang (pisau) saja, sehingga kita kan belum tahu apakah dia kemudian jatuh, kemudian itunya (pisau) patah alias kayak gimana," katanya.

Polisi tetap menelusuri identitas dan menyelidiki penyebab kematian korban. Anggi tidak mengungkap adanya luka di tubuh korban.

"Nah itu saya belum tahu (soal luka), lantaran untuk mengenai dengan jenazahnya itu seperti apa, penyebabnya apa, nan kita cari tahu kali pertama itu kan adalah penyebabnya apa," kata Anggi.

(sol/idn)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News