Aturan Baru IFAB: Jepang Kalahkan Islandia Lewat Gol Koki Ogawa

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
 Jepang Kalahkan Islandia Lewat Gol Koki Ogawa Pemain timnas Jepang Koki Ogawa melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang timnas Islandia di laga persahabatan.(AFP/YUICHI YAMAZAKI )

TIMNAS Jepang sukses memetik kemenangan tipis 1-0 atas Islandia dalam laga uji coba nan berjalan pada Minggu (31/5/2026). Kemenangan "Samurai Biru" ini menjadi sorotan bumi lantaran tercipta berkah pemanfaatan izin baru nan diperkenalkan oleh International Football Association Board (IFAB) menjelang Piala Dunia 2026.

Gol tunggal kemenangan Jepang dicetak oleh penyerang Koki Ogawa pada menit ke-87 melalui sundulan kepala nan terukur. Namun, drama sebenarnya terjadi di pinggir lapangan sebelum gol tersebut tercipta.

Aturan 10 Detik nan Menghukum Islandia

Berdasarkan izin baru IFAB, pemain nan diganti hanya mempunyai waktu maksimal 10 detik untuk meninggalkan lapangan melalui titik terdekat. Jika kandas memenuhi tenggat waktu tersebut, pemain pengganti dilarang masuk ke lapangan selama setidaknya satu menit hingga terjadi penghentian permainan berikutnya. Hal ini memaksa tim nan melanggar kudu bermain dengan 10 orang untuk sementara waktu.

Islandia menjadi korban pertama dari ketegasan patokan ini. Winger Isak Thorvaldsson tertahan di pinggir lapangan dan tidak diizinkan masuk oleh ofisial pertandingan lantaran proses pergantian pemain sebelumnya dianggap melampaui pemisah waktu. Tepat satu menit 54 detik setelah Thorvaldsson dilarang masuk, Koki Ogawa memanfaatkan kelebihan jumlah pemain untuk membobol gawang Islandia.

Statistik Kunci Pertandingan:

Skor Akhir Jepang 1 - 0 Islandia
Pencetak Gol Koki Ogawa (87')
Durasi Penalti Pemain 1 Menit 54 Detik (Islandia bermain dengan 10 orang)

Peringatan Hajime Moriyasu

Pelatih Jepang, Hajime Moriyasu, menyambut baik penyesuaian sigap anak asuhnya terhadap perubahan patokan ini, namun dia juga memberikan peringatan keras.

"Saya pikir para pemain menangani penyesuaian patokan baru hari ini nyaris tanpa masalah," ujar pembimbing berumur 57 tahun tersebut.

"Di bawah patokan baru, pemain tidak bakal bisa kembali ke lapangan secepat sebelumnya. Itu adalah sesuatu nan perlu kita waspadai. Kita kudu menghindari terciptanya celah nan memberikan musuh kesempatan," tambah Moriyasu.

Selain patokan pergantian pemain, Moriyasu juga menyoroti pentingnya efektivitas dalam hydration break selama tiga menit nan sekarang diwajibkan. Menurutnya, komunikasi taktis nan singkat dan jelas dalam lama tiga menit tersebut bakal menjadi aspek penentu hasil pertandingan di Piala Dunia mendatang.

Revolusi Aturan di Piala Dunia

FIFA melalui ketua wasit Pierluigi Collina menegaskan bahwa serangkaian patokan baru ini bermaksud untuk memberantas strategi membuang-buang waktu (time-wasting) dan menjaga tempo permainan tetap tinggi. Beberapa poin krusial lainnya meliputi:

  • Hitung Mundur Lemparan ke Dalam & Goal Kick: Pemain hanya mempunyai waktu 5 detik. Pelanggaran dapat mengakibatkan perpindahan bola alias tendangan perspektif bagi lawan.
  • Perawatan Medis: Pemain nan mendapatkan perawatan medis di lapangan wajib berada di luar lapangan selama 60 detik sebelum diizinkan masuk kembali.
  • Sanksi Menutup Mulut: Pemain nan menutup mulut saat terlibat konfrontasi dengan musuh dapat dijatuhi kartu merah langsung.
  • Intervensi VAR: VAR sekarang dapat mengecek keabsahan pemberian tendangan perspektif dan meninjau kartu kuning kedua nan berujung kartu merah.

Jepang dijadwalkan bakal memulai kampanye Piala Dunia mereka melawan Belanda pada Minggu, 14 Juni 2026, sebelum menghadapi Tunisia dan Swedia di fase grup. (bbc/Z-1)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia