Ilustrasi(Dok Istimewa)
Tim pemadam campuran dari unsur darat dan udara terus mengintensifkan upaya penanggulangan musibah kebakaran rimba dan lahan (Karhutla) nan memicu kabut asap di Provinsi Riau. Dalam laporan terbaru, sebanyak 2 ton alias 2.000 kilogram garam (NaCl) telah disemai di langit Riau melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk memicu hujan buatan.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Sumatra, Ferdian Krisnanto, mengungkapkan bahwa aktivitas OMC ini mengerahkan satu pesawat Cessna Caravan 208/PK-SNM milik PT Smart Cakrawala Aviation. Penyemaian dilakukan pada ketinggian antara 8.000 hingga 12.000 kaki.
“OMC dilakukan sebanyak dua sortie dengan masing-masing membawa 1.000 kg alias 1 ton bahan semai garam. Sortie pertama difokuskan di area Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Kepulauan Meranti. Sementara sortie kedua mencakup Kabupaten Bengkalis dan Kota Dumai,” ujar Ferdian, Jumat (28/8).
Perjuangan Tim Darat di Indragiri Hulu
Di sektor darat, personel campuran dari Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD, serta masyarakat tetap berjibaku memadamkan api di lahan gambut nan meluas di Kabupaten Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir. Petugas memprioritaskan penyekatan pada bagian kepala api guna memutus jalur penjalaran kebakaran.
Ferdian menjelaskan bahwa Karhutla di Sungai Guntung Hilir, Kabupaten Indragiri Hulu, sekarang telah menjalar hingga ke wilayah Desa Kuantan Babu, Kecamatan Rengat. Berdasarkan info terkini, luas area nan terbakar di area gambut Sungai Guntung Hilir mencapai 471,39 hektare, dengan area nan sukses dipadamkan baru mencapai 50,2 hektare.
Operasi di wilayah ini menghadapi tantangan berat, mulai dari terbatasnya sumber air hingga tiupan angin kencang nan memicu api permukaan bergerak cepat. Selain itu, bara api nan memperkuat di lapisan dalam tanah gambut menjadi ancaman tersembunyi nan susah dipadamkan sepenuhnya.
Kendala Lapangan: Personel kudu melangsir peralatan menggunakan sepeda motor sejauh 1,5 kilometer, kemudian dilanjutkan dengan melangkah kaki sejauh 1,5 kilometer menembus belukar padat. Kabut asap pekat juga memperpendek jarak pandang petugas.
Kondisi Kritis di Indragiri Hilir
Sementara itu, pemadaman di Desa Kertajaya, Kecamatan Kempas, Kabupaten Indragiri Hilir, telah memasuki hari keempat. Kondisi di lapangan dilaporkan belum kondusif dengan perkiraan luas kebakaran mencapai 17 hektare, di mana baru 3,5 hektare nan sukses ditangani.
Hambatan utama di Kertajaya adalah jarak sumber air nan mencapai 500 hingga 700 meter dari titik api. Akses menuju letak pun hanya bisa dilalui kendaraan roda dua sejauh enam kilometer. Melimpahnya bahan bakar hayati di atas permukaan gambut juga meningkatkan akibat kebakaran tajuk saat angin kencang berembus.
“Operasi pemadaman darat bakal terus dilakukan sebaik-baiknya hingga api betul-betul padam tuntas,” pungkas Ferdian.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·