Atasi Karhutla, Bantuan Heli Jepang hingga Doa Minta Hujan

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta -

Memasuki penghujung Agustus, sejumlah wilayah tetap diliputi asap dari kebakaran rimba dan lahan (karhutla). Berdasarkan info nan dihimpun dari Sipongi Kementerian Kehutanan, terdapat sejumlah wilayah nan didominasi titik hotspot berwarna kuning dan merah. Daerah-daerah tersebut tersebar mulai dari Papua bagian selatan, Bali-NTT, Pulau Sulawesi, Sumatera bagian selatan, dan nyaris seluruh Kalimantan.

Di sejumlah titik di Kalimantan, api apalagi sudah merambah ke permukiman warga. Terbaru, sebuah masjid di Kubu Raya, Kalimantan Kalimantan Barat, nyaris tersambar api nan berasal dari lahan sekitarnya.

Mengutip detikKalimantan, penduduk cemas terhadap kekuatan angin nan mengembuskan api menuju gedung tersebut. Ketua RT 10/RW 05 Dusun Tanjung Puri, Haidir Ali apalagi menyebut jika jarak api dengan tembok Masjid Baiturrahman ketika kejadian hanya sekitar satu jengkal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Kapolres Kubu Raya dan seluruh personel nan sudah membantu menyelamatkan Masjid Baiturrahman. Api tadi sudah sangat dekat dengan tembok masjid, tinggal sejengkal," kata Haidir, dikutip dari detikKalimantan, Sabtu (29/8).

Sementara itu Kotawaringin barat, sebuah perangkat berat lenyap terbakar akibat tersambar api karhutla. Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (29/8) di area KM 11 Raja Seberang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).

"Terbakarnya perangkat berat di tengah karhutla ini menjadi perhatian tersendiri, mengingat ancaman kebakaran lahan tetap terjadi di sejumlah wilayah Kobar," ungkap Ketua Pelaksana BPBD Kobar, Samuel, dikutip dari detikKalimantan.


Seperti nan telah diulas dalam detikSore jenis Kamis (27/8/2026) lalu, masifnya kebakaran rimba dan lahan di wilayah tersebut apalagi telah mengganggu kesehatan warga. Berdasarkan info nan dimiliki Kementerian Kesehatan RI, kasus ISPA pahkan meningkat hingga 78%.

Guna mengurangi akibat kesehatan, sejumlah sekolah baik di wilayah Kalsel maupun Kalbar mengambil kebijakan sekolah daring alias menggeser jam belajar. Hal ini dilakukan agar papaparan asap terhadap siswa dapat tereduksi.

Melihat kondisi nan tidak kunjung membaik, Jepang merespons permintaan support Pemerintah RI dalam rangka penanganan karhutla di wilayah Kalimantan. Menteri Pertahanan (Menjan) Jepang Shinjiro Koizumi, dikutip dari NHK, mengirimkan tiga helikopter angkut jenis CH-47 berikut 600 personel Pasukan Bela Diri Jepang (SDF).

Sementara itu dari dalam negeri, pemerintah melalui beragam lembaga berbareng relawan terus melakukan segala upaya untuk menekan penyebaran api. Warga di beberapa wilayah nan berdekatan dengan penyebaran api juga terus menjaga agar kebakaran tidak merambah hingga permukiman.

Hingga saat ini, sejumlah wilayah tetap terus menantikan support cuaca. Sebabnya, awan hujan tetap jarang melewati wilayah-wilayah tersebut. Membaca situasi nan belum kondusif, penduduk di Pontianak pun secara unik bermohon agar hujan turun di wilayah mereka. Seperti ditulis detikKalimantan, masyarakat melaksanakan salat Istisqa untuk memohon hujan di tengah tandus panjang dan kepungan kabut asap akibat kebakaran rimba dan lahan (karhutla).

Lalu gimana perkembangan pengendalian karhutla di sejumlah titik di Indonesia? Simak buletin selengkapnya dalam detikSore!

Jelang petang nanti, detikSore bakal menghadirkan robot humanoid asal Indonesia nan belum lama ramai di media sosial atas beragam aksinya, Joko Prabuwesi, datang sebagai asimilasi antara teknologi dengan budaya lokal. Ia datang sebagai buah modernitas nan berupaya dekat dengan masyarakat melalui karakter nan dibangun hingga gerak-geriknya.

Lalu apa sisi lain nan dapat dilihat dari hadirnya robot humanoid itu ke tengah masyarakat? Temui Joko Prabuwesi dalam detikSore!

Ikuti terus ulasan mendalam berita-berita hangat detikcom dalam sehari nan disiarkan secara langsung langsung (live streaming) pada Senin-Jumat, pukul 15.30-18.00 WIB, di 20.detik.com dan TikTok detikcom. Sampaikan komentar Anda melalui kolom live chat nan tersedia.

"Detik Sore, Nggak Cuma Hore-hore!"

(vys/gub)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News
↑