
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (foto: Okezone)
JAKARTA – TPST Bantargebang di Kota Bekasi disebut sebagai penyumbang emisi gas metana terbesar kedua di bumi sepanjang 2025, berasas hasil riset Emmett Institute, Fakultas Hukum University of California, Los Angeles (UCLA). Kondisi tersebut bakal ditangani melalui penyiapan skema pengolahan sampah nan lebih optimal.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyetujui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di letak tersebut. Proyek ini ditujukan untuk mengolah sampah menjadi daya listrik.
"Yang pertama, saya sudah menyetujui untuk segera dibangun PLTSa (pembangkit listrik tenaga sampah) di sana," ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Selain itu, skema pengolahan sampah menjadi bahan bakar juga telah disiapkan di TPST Bantargebang. Pemprov DKI bakal memfokuskan pada metode refuse derived fuel (RDF).
"Sehingga kelak di sana ada tiga aktivitas, ialah RDF Bantargebang, pengolahan menjadi bahan bakar (fuel), dan daya melalui PLTSa," sambungnya.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari
Follow
Berita Terkait
Telusuri buletin news lainnya
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·