Astronom Berhasil Ungkap Sumber Sinyal Radio Misterius dari Galaksi Bima Sakti

Sedang Trending 3 bulan yang lalu
Astronom Berhasil Ungkap Sumber Sinyal Radio Misterius dari Galaksi Bima Sakti Ilustrasi(magnific)

SELAMA bertahun-tahun, para astronom dibuat penasaran oleh kemunculan sinyal radio misterius dari luar angkasa nan muncul secara berulang dalam interval waktu nan tidak biasa. Fenomena nan dikenal sebagai long-period radio transients itu hanya terdeteksi di beberapa letak di Galaksi Bima Sakti dan asal-usulnya tetap menjadi teka-teki.

Kini, misteri tersebut mulai menemukan titik terang. Tim peneliti internasional nan dipimpin intelektual dari University of Sydney dan CSIRO sukses mengidentifikasi sumber salah satu sinyal kosmik tersebut. Hasil penelitian nan dipublikasikan dalam jurnal Nature Astronomy menunjukkan bahwa sinyal itu berasal dari sistem bintang dobel nan sangat unik, terdiri dari bintang katai putih dan bintang katai merah.

Penemuan ini dinilai sebagai bukti paling kuat sejauh ini dalam menjelaskan asal-usul golongan sinyal radio misterius nan telah lama membingungkan organisasi astronomi.

Berasal dari Pasangan Bintang nan Saling Berinteraksi

Sistem bintang nan menjadi sumber sinyal tersebut diberi nama ASKAP J1745−5051. Sistem ini terdiri atas bintang katai putih, ialah sisa inti padat dari bintang nan telah mati, dan bintang katai merah nan mengorbit sangat dekat dengannya.

Meski ukuran bintang katai putih hanya sekitar Bumi, massanya nyaris setara dengan Matahari. Sementara itu, bintang katai merah mempunyai massa sekitar sepersepuluh Matahari. Kedua objek tersebut mengelilingi satu sama lain hanya dalam waktu sedikit lebih dari satu jam, menjadikannya salah satu sistem bintang nan sangat rapat.

Para peneliti menemukan bahwa bintang katai putih secara aktif menarik material berupa gas dari bintang pendampingnya. Saat material itu jatuh menuju permukaan bintang katai putih, suhunya meningkat drastis dan menghasilkan emisi sinar-X.

Pada saat nan sama, medan magnet kedua bintang saling berinteraksi dan menciptakan semburan gelombang radio nan sangat kuat. Kombinasi kedua kejadian tersebut menghasilkan pola sinyal nan berulang secara teratur setiap 1,4 jam.

Menariknya, puncak emisi radio dan sinar-X tidak terjadi pada waktu nan sama. Temuan ini menunjukkan bahwa kedua jenis radiasi tersebut diproduksi di letak nan berbeda dalam sistem bintang tersebut.

Mengubah Pemahaman Sebelumnya

Sebelum penemuan ini, banyak astronom menduga bahwa long-period radio transients berasal dari pulsar, ialah bintang neutron nan berputar sangat sigap dan memancarkan gelombang radio secara berkala.

Namun, teori tersebut menghadapi beragam kendala. Berdasarkan model nan ada, bintang neutron nan berputar sangat lambat semestinya tidak bisa menghasilkan sinyal seperti nan diamati pada long-period radio transients.

Penelitian terbaru ini memberikan penjelasan baru nan lebih masuk akal. Setidaknya sebagian dari sinyal radio misterius tersebut tampaknya berasal dari sistem bintang dobel nan melibatkan bintang katai putih.

Para peneliti menyebut ASKAP J1745−5051 sebagai contoh pertama nan memungkinkan mereka mengawasi secara langsung kedua bintang sekaligus proses perpindahan materi nan terjadi di antara keduanya. Sistem ini juga menjadi objek kedua dalam golongan long-period radio transients nan diketahui menghasilkan sinar-X secara teratur.

Lebih krusial lagi, untuk pertama kalinya intelektual dapat memastikan penyebab munculnya pola sinyal periodik tersebut.

Dijuluki "Rosetta Stone" Kosmik

Para astronom menilai ASKAP J1745−5051 berpotensi menjadi kunci krusial untuk memahami beragam sinyal radio misterius lain nan tetap belum terpecahkan.

Peneliti utama, Kovi Rose, mengibaratkan sistem ini sebagai "Rosetta Stone" kosmik. Julukan tersebut merujuk pada Batu Rosetta, artefak berhistoris nan membantu para intelektual menerjemahkan tulisan hieroglif Mesir kuno.

Dengan mempelajari sistem ini, para astronom berambisi dapat mengetahui apakah long-period radio transients lain lebih mirip pulsar alias justru berasal dari sistem bintang katai putih seperti ASKAP J1745−5051.

Selain itu, sistem tersebut juga dianggap sebagai laboratorium alam nan sangat berharga. Kondisi ekstrem berupa medan magnet kuat dan gravitasi tinggi di dalamnya memungkinkan para intelektual menguji beragam teori fisika nan tidak dapat dipelajari secara langsung di laboratorium di Bumi.

Sumber: Science Daily.

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑