Aset Karbon PLTP Gunung Salak Jadi Sumber Ekonomi Baru

Sedang Trending 4 hari yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Aset karbon Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Gunung Salak dimonetisasi untuk menghadirkan nilai ekonomi dari pengurangan emisi, sekaligus mendukung keberlanjutan pengembangan daya baru terbarukan di Indonesia.

Pemanfaatan aset karbon tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Second Amendment to Emission Reduction Purchase Agreement (ERPA) untuk proyek Capacity Upgrade of Gunung Salak antara PLN Indonesia Power selaku operator PLTP Gunung Salak dan South Pole AG.

Kerja sama ini melanjutkan kerjasama antara PLN Indonesia Power dan South Pole AG dalam pengembangan aset karbon nan berasal dari peningkatan kapabilitas PLTP Gunung Salak.

Potensi pengurangan emisi dari peningkatan kapabilitas tersebut selanjutnya dapat dimonetisasi menjadi aset karbon nan mempunyai nilai ekonomi dan diperdagangkan.

Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernadus Sudarmanta mengatakan, pengembangan aset karbon menjadi salah satu kesempatan untuk menghadirkan nilai tambah dari operasional pembangkit berbasis daya bersih.

“Pengembangan daya baru terbarukan tidak hanya berbincang mengenai penyediaan daya nan lebih bersih, tetapi juga gimana setiap potensi pengurangan emisi dapat dikelola menjadi nilai tambah nan berkelanjutan. Melalui pengembangan aset karbon dari PLTP Gunung Salak, kami memandang adanya kesempatan untuk menciptakan nilai ekonomi sekaligus mendorong keberlanjutan pengembangan daya panas bumi di Indonesia,” kata Bernadus, dilansir Antara, Senin (7/9/2026).

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita