Jakarta, CNN Indonesia --
Pemimpin Majelis Darul Nurul Hikam di Bekasi, Asep Setiawan namalain Abah Setu menyampaikan permintaan maaf buntut video nan diduga menghina Nabi Muhammad.
Hal itu disampaikan Abah Setu dalam aktivitas penjelasan dan mediasi nan digelar oleh Polres Metro Bekasi pada, Kamis (10/9).
Kegiatan turut dihadiri sejumlah pihak terkait, termasuk unsur MUI Kabupaten Bekasi, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam forum tersebut, Asep Setiawan menyampaikan permohonan maaf atas pernyataannya nan menimbulkan keberatan di tengah masyarakat. Sementara itu, info dan keterangan nan telah diperoleh tetap dalam pendalaman oleh pihak kepolisian," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto dalam keterangannya, Kamis (10/9).
Budi mengatakan polisi tetap mendalami peristiwa tersebut. Kepolisian juga mengimbau seluruh pihak untuk menjaga situasi tetap kondusif dan kondusif.
"Kepolisian selanjutnya tetap mendalami peristiwa tersebut, memantau dan berkomunikasi dengan para pihak guna menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif dan kondusif," ucap dia.
"Masyarakat juga diimbau tetap menjaga ketenangan serta tidak melakukan tindakan nan dapat mengganggu keamanan dan ketertiban," imbuhnya.
Sebelumnya, sejumlah penduduk mendatangi Majelis Dzikir Nurul Hikam nan dipimpin Asep Setiawan namalain Abah Setu di Desa Telajung, Cikarang Barat buntut video viral dugaan penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW pada Senin (7/9) malam.
Saat kejadian itu personel Polres Metro Bekasi berbareng Polsek Cikarang Barat langsung mendatangi lokasi. Petugas mengimbau penduduk tetap tenang, tidak main pengadil sendiri, serta menyampaikan dugaan tindak pidana melalui laporan kepolisian
"Warga kemudian membubarkan diri pada Selasa awal hari dengan situasi kondusif dan kondusif," ucap Budi.
(dis/sur)
59 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·