Guswanto menambahkan, arah angin di Indonesia secara umum bergerak dari timur hingga tenggara menuju barat laut. Kondisi tersebut perlu dicermati untuk memahami pergerakan asap serta dampaknya terhadap kualitas udara di wilayah nan dilintasi.
"Artinya ini sudah melintas di Jawa ya. nan perlu dicermati itu adalah tingkat konsentrasi air quality. Jadi, dari gambar tersebut kita memandang arah pergerakan asap di Jawa itu bergerak ke arah tenggara hingga barat. Sehingga perlu dipantau terus, apakah konsentrasi nan di Jakarta ini betul-betul meningkat di permukaan, alias hanya melintas di lapisan atmosfer atas," jelas dia.
Menurut Guswanto, akibat asap terhadap kualitas udara di permukaan tetap perlu dipantau lebih lanjut. Keberadaan asap di atmosfer tidak serta-merta menunjukkan bahwa konsentrasi polutan di permukaan telah meningkat secara signifikan.
Meski demikian, masyarakat di wilayah terdampak disarankan menggunakan masker dengan keahlian filtrasi nan baik serta mengurangi aktivitas di luar ruangan andaikan kualitas udara memburuk.
"Jadi imbauannya ialah gunakan masker, baik nan KN95, KF94, alias N95, itu lebih efektif dalam menyaring partikel udara," kata dia.
Terkait tingkat keparahan karhutla dan akibat sebaran asapnya, BMKG tetap memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Penilaian tersebut antara lain dilakukan dengan memandang jumlah titik panas (hotspot), luas area terbakar, serta kondisi kualitas udara di wilayah terdampak.
8 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·