
Operasi Modifikasi Cuaca BNPB untuk menangani karhutla (Foto: Dok BNPB)
JAKARTA - Asap nan menyelimuti wilayah Palembang, Sumatera Selatan, menyebabkan jarak pandang rendah. Kondisi ini memengaruhi aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II dalam beberapa hari terakhir.
Kabut asap akibat kebakaran rimba dan lahan (karhutla) tidak hanya mengganggu penerbangan komersial di bandara, tetapi juga operasi modifikasi cuaca (OMC) nan digerakkan dari Lanud Sri Mulyono Herlambang, Palembang. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengubah strategi dengan melakukan OMC dari airport nan tidak jauh dari Sumatera Selatan.
Hal ini juga didukung adanya potensi pertumbuhan awan hujan. BNPB memindahkan sementara pusat kendali operasi penerbangan untuk OMC ke Bandara Depati Amir, Pangkal Pinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sejak 9 Oktober 2026.
Jarak pandang di Bandara Depati Amir tetap di atas 1.800 meter sehingga tergolong kondusif untuk melaksanakan OMC. Pada Jumat 9 Oktober, BNPB telah melaksanakan OMC sebanyak satu sorti penyemaian di atas wilayah Kabupaten Musi Banyuasin dan Banyuasin. Total bahan semai nan disebarkan seberat 1.000 kg.
Sementara itu, pada Sabtu 10 Oktober, BNPB kembali melakukan OMC sebanyak dua sorti. Kali ini, penyemaian ditargetkan di atas wilayah Banyuasin dan Ogan Komering Ilir pada sorti pertama. Pada sorti kedua, penyemaian dilakukan di atas wilayah Ogan Komering Ilir dan Ogan Komering Ulu. Masing-masing sorti penerbangan mengangkut 1.000 kg bahan semai.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari
Follow
Berita Terkait
Telusuri buletin news lainnya
6 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·