Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent meminta negara-negara G20 mempertimbangkan kembali hubungan perdagangan dengan China untuk mengurangi ketidakseimbangan global. Seruan ini muncul di tengah kekhawatiran AS terhadap lonjakan ekspor China ke beragam negara.
Bessent mengatakan bakal mendorong personil G20 membahas persyaratan perdagangan dengan China agar Beijing mengurangi ketergantungan pada ekspor dan memperkuat konsumsi domestik. Menurutnya, surplus perdagangan China nan sangat besar sudah susah dipertahankan.
"Dunia tidak dapat mempunyai China dengan surplus perdagangan sebesar US$1,2 triliun (setara Rp 21,24 kuadriliun)," kata Bessent dalam wawancara menjelang pertemuan para pemimpin finansial G20, dikutip Reuters, Senin (31/8/2026).
"Di China, ekonomi cukup lemah, dan mereka berupaya mengekspor jalan keluar darinya, dan mereka perlu menyeimbangkan kembali ekonomi mereka," ujarnya.
Menurut Bessent, AS memang telah memangkas impor dari China melalui tarif tinggi dan pembatasan terhadap sejumlah produk. Namun, kebijakan tersebut turut mendorong pengalihan ekspor China ke pasar lain, terutama Eropa dan Amerika Latin.
"Sisa bumi kudu memeriksa persyaratan perdagangan mereka dengan China," kata Bessent menyebut negara-negara industri sekarang menghadapi pilihan susah untuk merespons masuknya produk China dalam jumlah besar.
AS juga mendorong pernyataan berbareng G20 mengenai pengurangan ketidakseimbangan perdagangan dan transaksi berjalan. Data Biro Sensus AS menunjukkan defisit perdagangan AS dengan China pada enam bulan pertama 2026 turun sekitar sepertiga dibandingkan periode nan sama tahun sebelumnya menjadi US$73,9 miliar, alias sekitar Rp1,31 kuadriliun.
Pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping dijadwalkan pada akhir September. Bessent mengatakan Washington dan Beijing tetap membahas kemungkinan pengurangan tarif untuk barang-barang non-strategis.
"Saya pikir mungkin ada US$30 miliar (sekitar Rp531 triliun) peralatan non-strategis dan non-kritis di setiap sisi sehingga kita bisa melepas tarif," ujarnya.
(sef/sef)
[Gambas:Video CNBC]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·