AS Serang Iran, Menara Telekomunikasi dan Tangki Air Hancur

Sedang Trending 1 jam yang lalu
AS Serang Iran, Menara Telekomunikasi dan Tangki Air Hancur MARIO TAMA / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP( Para demonstran memegang spanduk selama tindakan protes di luar Balai Kota untuk menentang serangan AS dan Israel terhadap Iran pada 2 Maret 2026 di Los Angeles, California. AS)

SERANGAN  Amerika Serikat (AS) ke sejumlah wilayah di Iran, Selasa (9/6) waktu setempat, mengakibatkan kerusakan pada prasarana sipil, termasuk hancurnya sebuah menara telekomunikasi dan dua tangki penyimpanan air.

Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan bahwa operasi tersebut menargetkan sejumlah akomodasi militer Iran di sekitar Selat Hormuz, termasuk sistem pertahanan udara, pusat kendali, dan radar pengawasan.

Menurut CENTCOM, serangan dimulai sekitar pukul 17.00 waktu setempat dan disebut sebagai respons nan dinilai proporsional terhadap tindakan Iran sebelumnya. CENTCOM menegaskan bahwa misi tersebut merupakan respons proporsional terhadap agresi Iran.

Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengecam tindakan Washington dan menuduh Amerika Serikat sebagai pihak nan memicu eskalasi bentrok di kawasan.

Dalam pernyataannya, IRGC menyebut serangan AS menghantam beberapa wilayah di Iran bagian selatan, termasuk Jask, Sirik, dan Pulau Qeshm.

"Rezim AS penghasut perang menyerang beberapa titik di Jask, Sirik, dan Qeshm, merusak tiang telekomunikasi di Sirik dan menghancurkan dua tangki air di kota itu," demikian pernyataan IRGC dilansir AFP, Rabu (10/6).

IRGC juga mengeklaim telah melancarkan serangan jawaban terhadap aset militer Amerika Serikat di area Teluk.

"Sebagai tanggapan atas tindakan sadis musuh, pesawat tempur Angkatan Laut IRGC melancarkan serangan pesawat tak berawak terhadap Angkatan Laut ke-5 AS di Bahrain," tambah IRGC.

Eskalasi terbaru antara Teheran dan Washington terjadi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuduh Iran menembak jatuh sebuah helikopter tempur Apache milik AS nan sedang melakukan patroli di area Selat Hormuz.

Meski demikian, Trump menyatakan dua awak helikopter tersebut sukses selamat dari kejadian tersebut.

Dalam beberapa waktu terakhir, militer AS diketahui mengerahkan beragam aset tempur di kawasan, termasuk helikopter Apache, drone MQ-9 Reaper, serta jet tempur F/A-18 dan F-25, untuk menghadapi upaya Iran nan disebut mau membatasi akses pelayaran di Selat Hormuz.

Sementara itu, Iran mengeklaim telah menembak jatuh sekitar 30 pesawat nirawak MQ-9 Reaper milik Amerika Serikat.  Selain itu, sejumlah pesawat tempur AS juga dilaporkan lenyap akibat serangan musuh sejak bentrok antara kedua negara pecah pada 28 Februari lalu. (H-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia