AS Serang Dua Peluncur Roket Iran di Pulau Larak, Selat Hormuz Kembali Memanas

Sedang Trending 50 menit yang lalu
AS Serang Dua Peluncur Roket Iran di Pulau Larak, Selat Hormuz Kembali Memanas Selat Hormuz(AFP)

PASUKAN Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan udara terhadap dua akomodasi peluncur milik Iran di Pulau Larak. Langkah ini menjadi tindakan militer terbuka pertama nan dilakukan Washington di wilayah daratan Iran sejak akhir Juli lalu.

Juru Bicara Komando Pusat AS (CENTCOM), Cdr Tim Hawkins, menyatakan tindakan tegas tersebut diambil setelah mendeteksi pergerakan mencurigakan dari pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC).

"Pasukan Garda Revolusi Islam (IRGC) teramati sedang bersiap meluncurkan roket nan dilengkapi ranjau laut ke Selat Hormuz," ungkap Hawkins sebagaimana dikutip oleh mitra BBC, CBS News.

Pulau Larak mempunyai posisi strategis di dekat pelabuhan utama Bandar Abbas dan berada tepat di bibir Selat Hormuz, jalur navigasi vital bagi perdagangan daya global. Sebelum bentrok pecah, sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) bumi melintas melalui selat ini. Saat ini, Iran mewajibkan kapal tanker nan lewat untuk berakhir di sekitar pulau tersebut guna menjalani pemeriksaan, serta dilaporkan mengenakan tarif perlintasan sebesar US$2 juta dolar AS (sekitar Rp36,5 miliar).

Garda Revolusi Iran mengonfirmasi adanya serangan pada hari Minggu tersebut dan melaporkan jatuhnya korban jiwa maupun luka-luka. Kantor buletin Iran, Tasnim, nan mempunyai hubungan dengan IRGC, melaporkan serangan dilancarkan menggunakan pesawat nirawak (drone) nan menewaskan dua orang dan melukai dua orang lainnya.

Atas kejadian ini, pihak IRGC mengutuk keras tindakan Washington dan menakut-nakuti bakal membalasnya.

"Serangan itu merupakan kesalahan strategis dan fatal dari rezim Trump. Musuh bakal menanggung akibat dari salah kalkulasi ini, baik di bagian ekonomi maupun militer," tegas Juru Bicara IRGC, Hossein Mohebbi.

Serangan ini terjadi di tengah meningkatnya tensi geopolitik setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan pada pekan lampau bahwa seluruh ranjau nan disebar Iran di Selat Hormuz telah sukses dimusnahkan. Trump juga telah memperingatkan Tehran bahwa setiap kapal alias perahu nan mencoba memasang ranjau baru bakal langsung dihancurkan. Namun, klaim pembersihan ranjau tersebut ditepis oleh Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, nan menyebutnya sebagai propaganda manipulatif.

Eskalasi militer ini melengkapi tekanan ekonomi baru dari Washington nan mengumumkan kampanye hukuman tambahan pada 24 Agustus lalu. Langkah tersebut dirancang untuk semakin mengisolasi Tehran serta memperluas hukuman sekunder terhadap sekutu-sekutunya. Meski demikian, pejabat dan media pemerintah Iran menilai hukuman tersebut hanyalah kelanjutan dari hukuman ekonomi sebelumnya nan dipicu oleh kegagalan militer AS.

Konflik bersenjata antara kedua belah pihak sekarang telah melewati titik enam bulan sejak AS dan Israel melancarkan serangan skala besar ke Iran pada 28 Februari. Iran membalas dengan menyerang Israel, pangkalan militer AS, serta negara-negara sekutu di area Teluk, nan berujung pada penutupan efektif jalur pelayaran Selat Hormuz bagi lampau lintas komersial. (BBC/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia