AS Minta Iran Berhenti Perang selama 5 Hari! Ternyata Ini Perhitungan Sistematisnya

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

loading...

AS Minta Iran Berhenti Perang dalam 5 Hari. FOTO/ Anadolu

NEWS YORK - Setidaknya 12 sistem radar milik AS dan sekutunya, nan diperkirakan berbobot lebih dari 3 miliar dolar AS, telah diserang oleh Iran sejak 28 Februari; sementara itu, AS kehabisan rudal.

Menurut info nan dikumpulkan oleh instansi buletin Anadolu Turki, Iran telah menyerang 12 stasiun radar dan komunikasi satelit milik AS dan sekutunya di Timur Tengah sejak perang dimulai pada 28 Februari.

Menurut pihak berkuasa Kuwait, sistem radar terbaru di Bandara Internasional Kuwait termasuk di antara sasaran serangan Iran, ketika tiga "drone musuh" merusak sistem tersebut pada tanggal 22 Maret. Besarnya kerusakan nan sebenarnya belum dapat dipastikan.

Sehari sebelumnya, sebuah drone Iran menyerang sistem radar Saab Giraffe 1X milik AS di kompleks Kedutaan Besar AS di Baghdad, Irak. Sistem radar ini menyediakan keahlian anti-rudal, anti-artileri, dan anti-mortir (C-RAM) serta anti-drone (C-UAS) dalam radius 75 km dan diperkirakan berbobot USD2 juta.

Meskipun besarnya kerusakan belum jelas, gambaran satelit nan dianalisis oleh beragam sumber telah mengkonfirmasi bahwa empat radar AN/TPY-2 terkena serangan di Al Sader dan Al Ruwais di Uni Emirat Arab; Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania; dan Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Arab Saudi. Radar AN/TPY-2, nan merupakan bagian dari sistem pertahanan rudal THAAD, berbobot sekitar 2 miliar dolar AS.

Sistem radar peringatan awal AN/FPS-132 buatan AS di Pangkalan Udara Al-Udeid di Qatar, nan berbobot $1,1 miliar (dengan nilai tahun 2011), terkena rudal Iran saat serangan jawaban dimulai pada 28 Februari. Otoritas Qatar mengkonfirmasi bahwa stasiun radar tersebut mengalami kerusakan.

Iran juga menyerang markas besar Armada ke-5 Angkatan Laut AS di Manama, Bahrain, menghancurkan dua stasiun pemancar dan penerima satelit serta beberapa gedung utama.

Sumber intelijen sumber terbuka mengidentifikasi terminal komunikasi nan diserang sebagai stasiun komunikasi satelit strategis (SATCOM) pita SHF berkekuatan tinggi AN/GSC-52B, nan diperkirakan berbobot USD20 juta, termasuk biaya penyebaran dan pemasangan.

Selengkapnya
Sumber Tekno Sindonews
Tekno Sindonews