AS-Iran Damai, Purbaya Ungkap Efek Mengejutkan ke Anggaran Subsidi BBM

Sedang Trending 3 hari yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pengaruh positif hasil kesepakatan tenteram antara Amerika Serikat (AS) dan Iran terhadap beban subsidi BBM dalam APBN 2026.

Menurutnya, dengan adanya kesepakatan tenteram itu, beban APBN mengenai subsidi daya nan membengkak beberapa bulan terakhir akibat kenaikan nilai minyak mentah bumi imbas dari perang kedua negara itu makin berkurang.

"Karena kemarin sebagian concern kita sisihkan untuk subsidi kan, saya pikir dengan begini bakal jauh lebih berkurang," kata Purbaya saat ditemui di area DPR, Jakarta, Senin (15/6/2026).

Ia memastikan, dengan potensi berkurangnya beban subsidi energi, khususnya BBM, maka ruang APBN untuk melakukan pembangunan sesuai arah kebijakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto kembali terbuka.

"Sehingga ada ruang alias kita bisa melakukan penyesuaian untuk memberi pembiayaan kepada program-program nan dianggap krusial oleh bapak presiden," ujar Purbaya.

"Jadi kita lihat perkembangannya seperti apa baru kita bakal adjust semuanya," tegasnya.

Sebagaimana diketahui, Amerika Serikat (AS) dan Iran dikabarkan telah mencapai kesepakatan untuk mengakhiri bentrok nan berjalan selama beberapa bulan terakhir. Kabar tersebut diumumkan langsung oleh Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, nan berkedudukan sebagai mediator dalam proses perundingan.

Menurut kedua pemimpin, kesepakatan tenteram itu dijadwalkan ditandatangani secara resmi di Swiss pada Jumat mendatang. Trump apalagi menyatakan seluruh poin perjanjian dengan Teheran telah rampung dan siap difinalisasi dalam penandatanganan tersebut.

"Kesepakatan dengan Republik Islam Iran sekarang telah lengkap," tulis Trump melalui platform Truth Social pada Minggu waktu setempat.

Sementara itu, Sharif nan berkedudukan sebagai mediator dalam perundingan mengatakan pakta tersebut mencakup penghentian permanen operasi militer di seluruh front konflik.

"Penghentian segera dan permanen operasi militer di semua lini, termasuk di Lebanon," tulis Sharif dalam unggahannya di platform X.

Meski rincian final kesepakatan belum dipublikasikan, sejumlah sumber nan mengetahui proses negosiasi menyebut perjanjian itu bakal membuka kembali Selat Hormuz, jalur vital perdagangan daya bumi nan selama berbulan-bulan terdampak konflik. Selain itu, blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran juga bakal diakhiri.

"Kapal-kapal dunia, nyalakan mesin Anda. Biarkan minyak mengalir!" tulis Trump, merujuk pada potensi normalisasi arus perdagangan daya global.

Sumber Reuters sebelumnya mengungkapkan draf kesepakatan mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz, penghentian blokade maritim AS, serta perpanjangan gencatan senjata. Adapun rumor program nuklir Iran bakal dibahas lebih lanjut dalam perundingan tambahan selama 60 hari ke depan.

(arj/arj)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News