AS-Iran Damai, Purbaya Sebut Beban Subsidi Berpotensi Menyusut

Sedang Trending 3 hari yang lalu
Menkeu Purbaya memberika paparan saat penyerahan hasil lelang peralatan rampasan negara senilai Rp1.029.874.376.628 kepada Kementerian Keuangan dalam aktivitas nan digelar di Badan Pemulihan Aset (BPA), Jakarta, Senin (15/6/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, menyebut kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran berpotensi memberikan ruang fiskal nan lebih besar bagi pemerintah.

Salah satu akibat positif nan bisa dirasakan adalah berkurangnya kebutuhan anggaran subsidi daya nan sebelumnya disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan nilai minyak dunia.

Purbaya mengatakan pemerintah selama ini telah mencadangkan sebagian anggaran untuk mengantisipasi akibat kenaikan subsidi akibat gejolak geopolitik di Timur Tengah.

"Kan, kemarin sebagian anggaran sudah kita sisihkan untuk subsidi," kata Purbaya saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (16/6).

Menurut dia, andaikan bentrok betul-betul mereda dan nilai daya dunia kembali stabil, tekanan terhadap anggaran subsidi bisa berkurang sehingga pemerintah mempunyai ruang untuk mendanai program prioritas lainnya.

Warga berkumpul di Lapangan Enqelab, Teheran, Rabu (8/4/2026), menyusul pengumuman gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat. Foto: STR / AFP

"Sehingga bakal jauh berkurang ada ruang untuk memberi pembiayaan program-program lain nan dianggap krusial oleh presiden, jadi kita liat seperti apa dan baru kita adjust," ujarnya.

AS-Iran telah mencapai kesepakatan sementara untuk menghentikan perang nan memicu kekhawatiran pasar global. Kedua negara juga sepakat membuka kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis nan menjadi lintasan utama perdagangan minyak dunia.

Dikutip dari Bloomberg, para pejabat dari kedua negara bakal berjumpa di Swiss pada 19 Juni untuk secara resmi menandatangani perjanjian tersebut. Ini menjadi keputusan nan menunjukkan beberapa aspek kesepakatan mungkin tetap belum terselesaikan.

Belum ada teks nan dirilis oleh kedua pihak, sehingga poin-poin nan paling menjadi hambatan bakal dibahas pada tahap pembicaraan selanjutnya. Namun, Presiden AS Donald Trump pada Sabtu lampau berjanji kesepakatan bakal tercapai pada Minggu, hari ulang tahunnya nan ke-80, dan dia telah berupaya keras agar perihal itu segera dilaksanakan.

“Kesepakatan dahsyat ini bakal membawa perdamaian dan keamanan ke seluruh wilayah,” kata Trump dalam sebuah unggahan di media sosial.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan