Amerika Serikat, Inggris, Prancis, dan Jerman menyuarakan kekhawatiran atas aktivitas China di perairan lepas pantai timur Taiwan. Keempat negara menilai langkah Beijing berpotensi mengganggu stabilitas area serta menakut-nakuti kebebasan navigasi internasional.
Kekhawatiran itu muncul setelah China mengerahkan kapal-kapal Penjaga Pantai ke wilayah perairan di timur Taiwan sejak awal Juni. Beijing menyebut, operasi tersebut sebagai bagian dari aktivitas penegakan norma maritim.
Juru bicara Departemen Luar Negeri AS mengatakan, Washington menilai tindakan China berkarakter provokatif dan dapat meningkatkan ketegangan di kawasan.
"Tindakan China sangat mengganggu stabilitas," kata pejabat Departemen Luar Negeri AS dikutip dari Reuters, Kamis (25/6).
Amerika Serikat menegaskan penolakannya terhadap klaim yurisdiksi China nan dinilai dapat membatasi kebebasan navigasi maupun aktivitas maritim internasional lainnya.
Secara terpisah, instansi perwakilan Inggris, Prancis, dan Jerman di Taipei mengeluarkan pernyataan berbareng nan menyoroti aktivitas China tersebut.
Menurut mereka, patroli nan dilakukan Beijing berpotensi mengganggu keselamatan pelayaran internasional dan mengubah status quo secara sepihak.
"Tindakan-tindakan ini menakut-nakuti stabilitas regional dan kebebasan navigasi serta keselamatan pelayaran internasional," demikian pernyataan berbareng ketiga negara tersebut.
Dipicu Sengketa Perairan
China mengatakan, pengerahan kapal Penjaga Pantai dilakukan setelah Jepang dan Filipina mengumumkan rencana memulai pembicaraan resmi mengenai pemisah maritim mereka.
Beijing menilai, sebagian wilayah nan dibahas kedua negara tersebut berada di area nan diklaim China sebagai bagian dari kewenangan maritimnya di sekitar Taiwan.
Selain kapal patroli, China juga mengirim kapal survei maritim ke wilayah nan sama.
Pemerintah Taiwan menolak klaim tersebut. Taipei menegaskan perairan di lepas pantai timur Taiwan bukan berada di bawah yurisdiksi China.
Menurut otoritas Taiwan, sejumlah kapal jual beli nan melintas di area tersebut sempat dihentikan dan dimintai info oleh Penjaga Pantai China.
Taiwan menyebut setidaknya tiga kapal komersial mengalami gangguan saat melintasi jalur pelayaran internasional di area itu.
Sementara itu, Beijing memihak operasinya. Juru bicara Kantor Urusan Taiwan China, Zhang Han, mengatakan patroli tersebut dilakukan secara sah untuk menjaga kedaulatan dan kepentingan maritim China.
Menurut Zhang, kapal-kapal Penjaga Pantai China telah memeriksa nyaris 200 kapal nan melintas di wilayah tersebut serta melakukan patroli di sekitar jalur kabel bawah laut dan area survei hidrografi.
Ketegangan terbaru ini menambah panjang daftar perselisihan antara China dan Taiwan. Beijing terus menyatakan Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya, sementara pemerintah Taiwan menolak klaim tersebut dan menegaskan bahwa pulau itu mempunyai pemerintahan sendiri nan terpisah dari China.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·