AS dan Iran Negosiasi Tatap Muka di Pakistan, Ini 7 Poin yang Dibahas

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat (AS) dan Iran menggelar pembicaraan trilateral tatap muka di Islamabad, Pakistan pada Sabtu (11/4/2026). Para pejabat tinggi kedua negara berkumpul untuk mencoba mengakhiri perang di Timur Tengah.

Mengutip AFP, seorang pejabat senior Gedung Putih mengatakan ketiga pihak tersebut menggelar pembicaraan langsung secara tatap muka, berbeda dengan praktik belakangan ini di mana Washington dan Teheran hanya melakukan pembicaraan melalui perantara sembari duduk di ruangan terpisah.

Delegasi AS meliputi Wakil Presiden JD Vance, utusan AS Steve Witkoff, dan Jared Kushner, kata Gedung Putih. Pihak Gedung Putih tidak menyebut siapa saja dari pihak Iran alias Pakistan nan turut serta.

Berikut adalah isu-isu utama nan diharapkan bakal dibahas oleh kedua pihak:

-Iran menginginkan gencatan senjata di Lebanon, di mana serangan Israel terhadap militan Hizbullah nan didukung Iran telah menewaskan nyaris 2.000 orang sejak dimulainya pertempuran pada bulan Maret. Israel dan AS mengatakan bahwa kampanye Lebanon bukanlah bagian dari gencatan senjata Iran-AS, sementara Teheran bersikeras bahwa itu adalah bagian darinya.

-Iran menginginkan AS untuk membuka blokir aset Iran dan mengakhiri hukuman nan telah melumpuhkan ekonominya selama bertahun-tahun. Washington telah mengindikasikan bahwa mereka terbuka untuk pelonggaran hukuman nan signifikan, tetapi hanya sebagai hadiah atas konsesi dari Iran mengenai program nuklir dan rudalnya.

-Iran menginginkan pengakuan atas otoritasnya atas Selat Hormuz, di mana mereka bermaksud untuk memungut biaya transit dan mengendalikan akses, nan bakal menjadi pergeseran besar dalam kekuatan regional. AS menginginkan selat tersebut dibuka untuk kapal tanker minyak dan lampau lintas lainnya tanpa batas apa pun, termasuk biaya tol.

-Iran diperkirakan bakal menuntut kompensasi atas semua kerusakan selama perang enam minggu tersebut. AS belum berkomentar tentang perihal ini.

-Iran mau diizinkan untuk memperkaya uranium, nan telah ditolak oleh Washington dan Presiden Donald Trump bersikeras bahwa perihal itu tidak dapat dinegosiasikan.

-Israel dan AS sama-sama menginginkan keahlian rudal Iran dikurangi secara drastis. Teheran mengatakan persenjataan rudalnya nan handal tidak dapat dinegosiasikan.

-Iran menginginkan penarikan pasukan tempur AS dari area tersebut, penghentian perang di semua lini, dan komitmen untuk tidak melakukan agresi. Trump telah berjanji untuk mempertahankan aset militer di Timur Tengah sampai kesepakatan tenteram tercapai dan memperingatkan bakal adanya peningkatan pertempuran besar jika Iran kandas mematuhinya.

Pertemuan di Hotel Mewah

Sementara itu, letak negosiasi dilaporkan berjalan di Hotel mewah Serena, salah satu gedung nan paling dijaga ketat di Islamabad. Lokasi tersebut dinilai sebagai pilihan nan asing untuk menjadi tempat pembicaraan krusial ini, terutama lantaran serangan bersenjata terburuk di Islamabad terjadi pada tahun 2008 di Hotel Marriott terdekat.

Namun, lingkungan Serena nan bagus dan arsitektur Moorish menyembunyikan apa nan digambarkan oleh para pejabat keamanan sebagai pengaturan keamanan nan terorganisir dengan baik. Mereka dan mantan kepala polisi menunjuk pada letak strategisnya nan dekat dengan area diplomatik dan bertahun-tahun menjaga keamanan tamu-tamu penting.

"Staf keamanannya terlatih dengan baik lantaran sebagian besar dari mereka adalah pensiunan petugas keamanan," kata mantan kepala polisi Islamabad, Tahir Alam Khan.

"Titik masuk dan keluar berada pada jarak nan cukup dari kompleks utama, nan meningkatkan keamanannya. Dan aspek terpenting adalah aksesnya nan mudah dari tempat-tempat penting, seperti rumah perdana menteri, Gedung Parlemen," lanjut dia

Sebuah sumber pemerintah mengatakan bahwa lahan hotel seluas 6 hektar (15 acre) - nan mencakup lebih dari 400 kamar, beberapa aula perjamuan, ruang konferensi, dan kompleks perkantoran - dapat menampung ratusan tamu, ideal untuk delegasi AS dan Iran, nan terdiri dari lebih dari 150 orang.

"Hotel ini mempunyai pemeriksaan keamanan berlapis dan ketat... Terakhir, hotel ini mempunyai koordinasi nan kuat dengan badan-badan keamanan negara," kata Kaleem Imam, mantan kepala polisi.

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News