AS-Bahrain Perkuat Operation Economic Outcast Tekan Ekonomi Iran

Sedang Trending 6 jam yang lalu
AS-Bahrain Perkuat Operation Economic Outcast Tekan Ekonomi Iran Ilustrasi(Anadolu)

MENTERI Keuangan Amerika Serikat (AS), Scott Bessent, melakukan pertemuan strategis dengan Menteri Keuangan dan Ekonomi Nasional Bahrain, Salman bin Khalifa Al Khalifa, pada Selasa (25/8). Pertemuan tersebut konsentrasi pada pembahasan Operation Economic Outcast, sebuah inisiatif untuk meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran.

Dalam obrolan tersebut, Bessent menegaskan posisi AS bahwa Iran tidak boleh dibiarkan menakut-nakuti stabilitas perdagangan internasional. Secara khusus, dia menyoroti pentingnya mencegah Teheran menggunakan Selat Hormuz sebagai perangkat untuk menekan perekonomian global.

Departemen Keuangan AS menyatakan bahwa kedua pejabat sepakat untuk memperkuat koordinasi antara AS, Bahrain, dan negara-negara Teluk lainnya. Kerja sama ini bermaksud memerangi aliran biaya terlarangan serta memperkuat integritas sistem finansial internasional.

Sehari sebelum pertemuan tersebut, Bessent mengungkapkan bahwa AS telah menetapkan hukuman sektoral baru nan menargetkan lima jalur utama pembiayaan luar negeri Iran. Berikut adalah rincian sektor nan menjadi sasaran sanksi:

No Sektor Target Sanksi Baru AS
1 Aset Digital (Kripto)
2 Teknologi
3 Perdagangan Emas
4 Penerbangan
5 Transportasi Maritim

Respons Iran dan Eskalasi Konflik

Menanggapi tekanan tersebut, Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan pada Senin (24/8) bahwa Teheran bakal menggunakan seluruh kemampuannya untuk menghadapi tekanan ekonomi Washington. Pihak Iran menegaskan bahwa perbincangan dengan rasa saling menghormati adalah satu-satunya pilihan bagi AS.

Hubungan kedua negara sempat menunjukkan tanda-tanda deeskalasi pada pertengahan Juni melalui penandatanganan nota kesepahaman penghentian permusuhan, menyusul rangkaian serangan saling balas nan dimulai sejak 28 Februari. Namun, kesepakatan tersebut runtuh setelah kedua pihak kembali terlibat tindakan saling serang.

Saat ini, Washington memilih untuk tidak melakukan permusuhan aktif secara militer, melainkan mengintensifkan tekanan finansial secara berkelanjutan. Strategi ini dirancang untuk menciptakan kesulitan ekonomi nan signifikan bagi Teheran guna mendorong penyelesaian bentrok melalui jalur ekonomi. (Sputnik/Ant/I-1)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia