
Arus Balik Lebaran 2026, Skema Tiba Bongkar Berangkat Diterapkan di Penyeberangan Sumatera-Jawa (Foto: Kemenhub)
JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan strategi untuk mengurai potensi lonjakan arus kembali Lebaran 2026 di lintas penyeberangan Sumatera-Jawa. Salah satu strategi nan disiapkan adalah penerapan lebih optimal skema tiba–bongkar–berangkat (TBB) untuk mempercepat pergerakan kendaraan menuju Pelabuhan Merak.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, konsentrasi pemerintah saat ini beranjak dari penanganan arus mudik ke pengelolaan arus kembali agar melangkah lebih terkendali, aman, dan lancar. Skema TBB diterapkan dengan angan mengurangi antrean kendaraan di pelabuhan Bakauheni.
"Puncak arus mudik sudah kita lewati. Saat ini konsentrasi kita memastikan arus kembali dapat dikelola lebih baik, dengan respons nan lebih sigap serta strategi nan lebih matang," ujar Dudy dalam keterangan resmi, Jakarta, Senin (23/3/2026).
Berdasarkan hasil evaluasi, penerapan skema TBB saat arus mudik belum melangkah optimal lantaran baru diterapkan di 3 hingga 4 dermaga. Untuk arus balik, Kemenhub menargetkan skema tersebut dapat diperluas hingga mencakup 5 sampai 6 dermaga guna meningkatkan kapabilitas jasa penyeberangan.
Skema TBB dinilai menjadi kunci dalam mempercepat proses bongkar muat kapal sekaligus menekan potensi antrean kendaraan, khususnya dari Pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Merak.
Selain optimasi TBB, pemerintah juga menyiapkan sejumlah langkah pendukung. Di antaranya penguatan buffer zone dan penerapan delaying system di wilayah Sumatra untuk menahan kendaraan sebelum masuk pelabuhan, sehingga kepadatan tidak menumpuk di area dermaga.
Kemenhub juga membuka opsi penggunaan lintas pengganti melalui Pelabuhan Panjang menuju Krakatau Bandar Samudera (KBS) andaikan terjadi lonjakan kendaraan nan signifikan. Langkah ini diharapkan dapat memecah kepadatan arus utama.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·