Arti Segede Gaban dan Asal-usulnya yang Perlu Kamu Ketahui

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

segede gaban artinya – Pernah mendengar celotehan orang seperti “Ukuran tasnya segede gaban!” alias “PR hari ini segede gaban”?

Memangnya, segede gaban artinya apa? Sayangnya, banyak nan tidak betul-betul memahami apa maksud dari ungkapan ini, terutama jika Anda belum familiar dengan bahasa gaul tempo dulu.

Yuk, baca tulisan ini untuk menemukan arti, asal-usul, fungsi, hingga beberapa istilah nan maknanya serupa!

Arti Istilah Segede Gaban

Segede gaban artinya sesuatu nan sangat besar alias berukuran jauh lebih besar dari biasanya. Istilah “gaban” diambil dari Space Sheriff ‘Gavan’, seorang tokoh serial tokusatsu Jepang lama nan mempunyai postur besar dan kuat.

Masyarakat Indonesia kemudian menggunakan namanya sebagai metafora untuk menggambarkan sesuatu nan ukurannya tidak biasa.

Asal-usul Segede Gaban

Istilah “segede gaban” dipercaya muncul pada era 1980–1990-an, bertepatan ketika serial Jepang berjudul Uchuu Keiji Gavan sangat terkenal di televisi Indonesia.

Tokoh tersebut mempunyai ukuran badan nan besar, kuat, dan mengintimidasi sehingga mudah melekat dalam ingatan masyarakat.

Dari sinilah kata “Gaban” kemudian mengalami pergeseran makna menjadi simbol sesuatu nan besar secara berlebihan.

Fungsi Istilah Segede Gaban dalam Percakapan

Berikut adalah beberapa kegunaan istilah segede gaban ini dalam percakapan santai:

1. Untuk Menunjukkan Ukuran

Istilah ini digunakan untuk menggambarkan barang berukuran besar, baik secara nyata maupun hiperbola.

Misalnya, Anda memandang kucing piaraan tetangga nan ukurannya dua kali lebih besar dari biasanya.

Kamu bisa berbicara “Kucingnya segede gaban!” untuk menggambarkan bahwa ukuran kucingnya jauh dari ukuran normal.

2. Untuk Menunjukkan Jumlah nan Banyak

Selain ukuran, istilah ini dapat dipakai untuk memperjelas jumlah nan sangat banyak.

Contohnya, saat mempunyai tugas sekolah dalam jumlah nan tidak wajar, Anda bisa mengatakan tugasnya “segede gaban.” Ini juga menandakan bahwa Anda mempunyai beban tugas nan menumpuk.

3. Untuk Menunjukkan Intensitas nan Berlebihan

Istilah ini juga bisa menggambarkan sesuatu nan intens alias berlebihan, seperti rasa marah, takut, alias panik.

Misalnya Anda mau menekankan sungguh takutnya seseorang memandang ular besar, Anda bisa mengatakan rasa takutnya “segede gaban.”

Sinonim Istilah “Segede Gaban” nan Bisa Kamu Gunakan

Ada banyak istilah lain nan maknanya mirip dan sama-sama berkarakter hiperbola. Meskipun nuansanya berbeda, istilah ini tetap bisa digunakan pada konteks percakapan santai.

Sumber: Kompasiana

1. Segede Bagong

Istilah ini berasal dari kata Bagong, ialah seorang tokoh Punakawan dalam budaya Jawa nan berperawakan besar.

Istilah “segede bagong” kerap dipakai untuk menyebut sesuatu nan sangat besar. Ungkapan ini lebih bernuansa lokal dan sering digunakan dalam konteks jenaka.

2. Segede Rumah

Istilah ini lebih literal dan mudah dipahami siapa saja. Kamu bisa menggunakannya ketika mau menggambarkan sesuatu nan ukurannya sangat besar tapi tidak masuk akal!

3. Segambreng

Kata ini sering digunakan untuk menyebut jumlah nan sangat banyak. Contoh penggunaannya adalah “Tugas segambreng!” nan menggambarkan tugas sekolah nan menumpuk.

4. Seabrek

Istilah “seabrek” juga merujuk pada jumlah nan banyak alias tidak terhitung. Biasanya, Anda bisa menggunakannya dalam konteks nan lebih dramatis alias berlebihan. Contoh penggunaannya adalah “Masalahnya seabrek banget hari ini!”

5. Segunung

Ungkapan ini digunakan untuk menggambarkan jumlah besar nan menumpuk, seperti busana kotor alias tumpukan buku. Istilah ini memberi gambaran seolah-olah barang tersebut menjulang tinggi seperti gunung.

6. Sekebon

Terakhir adalah istilah sekebon nan artinya satu kebun. Isilah ini menggambarkan benda-benda nan banyak dan tersebar. Contohnya adalah “Rumput liar di laman banyaknya ada sekebon!”

Istilah Lainnya nan Biasa Digunakan

Selain istilah segede gaban, ada banyak kata gaul lain nan sering Anda jumpai. Yuk, kita simak beberapa di antaranya!

  • Dari Hongkong: Istilah ini digunakan untuk menunjukkan sesuatu nan tidak masuk akal, aneh, alias tidak benar. Contoh penggunaannya “Beritanya dari Hongkong tuh” sebagai langkah menyindir bahwa info tersebut tidak bisa dipercaya.
  • Garing: Istilah ini dipakai untuk menggambarkan lelucon nan tidak lucu. Biasanya digunakan pada seseorang nan mencoba bercanda, tetapi tidak menghibur.
  • Jayus: Makna jayus cukup mirip dengan garing, tetapi terasa lebih ekstrem. Istilah ini digunakan ketika lelucon nan diutarakan tidak kocak sekaligus memalukan.
  • Kamseupay: Istilah ini merupakan akronim dari “Kampungan, Sebuah Payah.” Istilah ini terkenal di era 2000-an sebagai ungkapan untuk menggambarkan seseorang nan dianggap tidak mengikuti tren.
  • Keleus: “Keleus” adalah ungkapan bahasa Sunda nan merupakan plesetan dari kata kali. Contohnya adalah “Nggak perlu takut segitunya keleus!”
  • Lebay: Istilah ini dipakai untuk menyebut seseorang nan bereaksi secara berlebihan. Misalnya, seseorang nan dicap ‘lebay’ lantaran ada perihal mini nan membuatnya menangis.
  • Alay: “Alay” adalah akronim dari anak layangan. Istilah ini merujuk pada seseorang nan mempunyai style hidup, perilaku, alias bahasa nan norak alias berlebihan.
  • Bokek: Bokek berasal dari dialek Hokkian “bo khek” nan berfaedah “tidak punya uang”. Ungkapan  ini menunjukkan kondisi finansial nan sedang sulit.
  • Baper: Istilah ini merupakan akronim dari “bawa perasaan” nan bisa Anda gunakan kepada seseorang terlalu sensitif alias mudah tersinggung.
  • Mager: “Mager” adalah singkatan dari “malas gerak.” Biasanya, istilah ini digunakan untuk menggambarkan rasa malas melakukan aktivitas apa pun.

Istilah Gaul nan Tetap Hidup di Tengah Percakapan Remaja

Sederhananya, segede gaban artinya sesuatu nan sangat besar, berlebihan, dan sering digunakan sebagai ungkapan hiperbola dalam percakapan.

Kini, Anda sudah memahami arti, asal-usul, fungsi, hingga contoh penggunaan istilah ini dalam percakapan sehari-hari.

Semoga tulisan ini bisa menambah wawasan bahasa gaul sekaligus memperkaya kosakatamu, ya!

Rekomendasi Buku tentang Tips Membuat Konten

1. Demi Follower – Jadi Konten Kreator dengan Jutaan Follower

Demi Follower - Jadi Konten Kreator dengan Jutaan Follower

Banyak orang mengira, menjadi pembuat konten sukses cukup bermodal buahpikiran imajinatif dan konsistensi. Padahal, di kembali konten nan menarik, ada strategi, mindset, dan aspek non-teknis nan tak kalah krusial untuk dikuasai. Tanpa pemahaman nan tepat, produktivitas saja sering kali belum cukup untuk membawa konten berkembang secara maksimal.

Melalui kitab ini, Amanda Bucci membagikan pengalaman lebih dari 10 tahun membangun individual brand dan mengelola beragam platform media sosial. Dikemas dengan style komunikatif dan berbasis kisah nyata, kitab ini menjadi pedoman praktis nan relevan bagi pembuat masa sekarang untuk tumbuh lebih percaya diri, konsisten, dan profesional.

2. Jago Ngonten di Instagram, TikTok, dan YouTube

Jago Ngonten di Instagram, TikTok, dan YouTube

Di era digital, menghasilkan cuan dari media sosial bukan lagi sekadar mimpi. Profesi content creator sekarang semakin diminati, baik sebagai YouTuber, selebgram, maupun TikToker. Melalui kitab Jago Ngonten, Anda bakal dibekali pedoman komplit untuk membangun pekerjaan pembuat nan lebih terarah, konsisten, dan berkelanjutan.

Buku ini membahas langkah-langkah krusial mulai dari individual branding, pembuatan konten, kajian audiens, strategi SEO, hingga monetisasi. Dilengkapi tips membikin konten visual, teks, dan multimedia nan menarik, kitab ini menjadi bekal praktis agar karyamu makin populer, profesional, dan siap bersaing di beragam platform.

3. Kiat-Kiat Jitu Menjadi Tiktoker Ngehits

Kiat-Kiat Jitu Menjadi Tiktoker Ngehits

Banyak orang berlomba-lomba menjadi pembuat di TikTok, mulai dari sekadar coba-coba hingga membangun akun ahli agar rutin masuk FYP. Dengan konten nan menarik, seorang TikToker tak hanya mengumpulkan follower, like, dan komentar, tetapi juga berkesempatan mengubah ketenaran menjadi sumber penghasilan.

Lewat kitab ini, Anda bakal diajak mengupas beragam “rahasia” agar bisa tampil menonjol dan konsisten di TikTok. Mulai dari membangun individual branding, merancang konten viral, teknik rekam dan editing video, hingga langkah bijak menghadapi haters, semuanya dibahas secara praktis dan mudah dipahami.

4. Konten Kreator Tanpa Tutor

Konten Kreator Tanpa Tutor

Mau jadi konten pembuat tapi tetap bingung kudu mulai dari mana? Atau merasa belum punya tempat belajar nan tepat? Tenang, di era digital seperti sekarang, belajar jadi pembuat itu jauh lebih mudah dan terbuka untuk siapa saja.

Kamu bisa menemukan banyak referensi di Reels Instagram, konten TikTok, hingga video di YouTube. Selain itu, belajar lewat kitab juga bisa jadi langkah awal nan tepat untuk memahami teori sebelum praktik. Lewat kitab ini, Anda bakal dibimbing mengembangkan minat dan keahlian agar menjadi konten pembuat nan berkualitas. Yuk, mulai langkah pertamamu dan wujudkan potensimu sekarang juga!

5. Seni Jadi Kreator Konten

Seni Jadi Kreator Konten

Buku ini datang sebagai pedoman praktis bagi Anda nan mau memulai pekerjaan sebagai pembuat konten dari nol. Di tengah pesatnya perkembangan bumi digital dan ketatnya persaingan, Anda bakal dibimbing untuk merancang konsep kreatif, memproduksi konten berkualitas, memanfaatkan tools secara optimal, hingga memasarkan karyamu dengan strategi nan tepat.

Inilah saatnya mengekspresikan diri secara maksimal, membangun audiens nan loyal, dan membuka kesempatan penghasilan dari iklan, produk, maupun sponsor. Lebih dari sekadar pedoman teknis, kitab ini bakal menjadi kawan perjalananmu dalam membangun individual branding nan autentik, kompetitif, dan berakibat positif di era media digital.

Selengkapnya
Sumber Gramedia
Gramedia