Art Raga, pagelaran nan diinisiasi oleh Connected Art Platform dan Cinta Senyum Indonesia(Dok.Istimewa)
ART RAGA, sebuah festival nan diinisiasi oleh Connected Art Platform dan Cinta Senyum Indonesia, bakal berjalan pada 4-7 Juni 2026 di Pilates Re Bar Pondok Indah, Jakarta. Festival ini mengeksplorasi dan mentransformasi praktik gaya hidup kontemporer menjadi pengalaman seni, di mana mobilitas menjadi pengalaman nan menyeluruh, produktivitas menjadi ruang refleksi, dan organisasi menjadi sumber daya bersama.
Dengan tema Body • Mind • Soul, ART RAGA menghadirkan rangkaian program terkurasi, ruang pagelaran nan transformatif, serta beragam pengalaman interaktif melalui workshop, pertunjukan, dan aktivitas interaktif nan membujuk audiens untuk kembali terhubung dengan diri sendiri maupun satu sama lain.
Festival ini menghadirkan seniman, kolektif, dan praktisi imajinatif dari beragam generasi dan latar budaya, termasuk partisipan dari Indonesia, Malaysia, Polandia, dan Italia. Melalui beragam media seperti lukisan, instalasi, suara, moving image, penelitian digital, hubungan berbasis AI, pertunjukan, hingga seni partisipatif, ART RAGA merayakan perkembangan bahasa imajinatif kontemporer nan melintasi pemisah disiplin dan budaya.
Berbagai ruang hubungan dihadirkan di ART RAGA, mulai dari Immersive Room, Notanbox Room, Garden Room, hingga Wangsit AI, dimana menggabungkan interpretasi tarot dan teknologi AI dalam pengalaman interaktif berbareng audiens. Selain menghadirkan pameran seni, pagelaran ini juga menghadirkan rangkaian program berbasis mobilitas dan organisasi seperti pilates, yoga, sound healing, sesi meditasi, workshop kreatif, baby class, artist talk, healing with mahjong, hingga Seduh Keluh, sebuah sesi berbagi dengan racikan herbal dan percakapan personal.
Lebih dari sekadar festival, ART RAGA berkembang sebagai platform seni dan olahraga nan mendorong kerjasama lintas disiplin antara seniman, atlet, praktisi, pemikir, organisasi dan pelaku bisnis. Melalui pertemuan dari beragam perspektif dan praktik kreatif, ART RAGA membangun ekosistem nan hidup sekaligus menghadirkan pengalaman nan terhubung secara emosional, fisik, dan jiwa.
Dengan menghadirkan seniman dari dalam dan luar negeri seperti Angki Purbandono, Budi Ubrux, Dadi Setiyadi, Nasirun, Dr. Justyna Gorowska, Irene Febry, Jatiwangi Art Factory, Popomangun, Roger Ng Wei Lun, Valerio Vincenzo, dan Yessiow berbareng lebih dari 20 seniman lainnya nan bakal berperan-serta melalui lebih dari 40 karya dan kerjasama kreatif. Festival ini dikembangkan berbareng tim kuratorial ART RAGA nan terdiri dari Mona Liem, Wibert Deil, dan Dhanny Sanjaya.
Di tengah kehidupan urban nan semakin sigap dan penuh distraksi, ART RAGA datang sebagai pagelaran multidisiplin nan membujuk audiens untuk kembali terhubung dengan tubuh, pikiran, dan pengalaman individual melalui seni. Mengusung tema Body • Mind • Soul, pagelaran ini memandang seni bukan hanya sebagai sesuatu nan dilihat, tetapi juga dirasakan dan dialami secara langsung. Melalui perpaduan seni, mobilitas dan hubungan sosial, ART RAGA menghadirkan ruang refleksi di tengah style hidup modern nan serba cepat.
Karya-karya nan ditampilkan bergerak lintas medium dan pendekatan, mulai dari karya visual, instalasi imersif, penelitian digital, hingga pengalaman interaktif berbasis AI. Ruang seperti Immersive Room, Notanbox Room, dan Garden Room dirancang untuk menciptakan pengalaman nan lebih dekat dan individual bagi pengunjung.
Sementara itu, Wangsit AI menawarkan pengalaman tarot berbasis AI nan menggabungkan teknologi dan intuisi, sedangkan Seduh Keluh menghadirkan ruang intim untuk berbagi cerita dalam suasana hangat dan reflektif. Melalui beragam karya ini, seni datang sebagai medium untuk membangun hubungan emosional, percakapan, dan pengalaman bersama.
Lebih dari sekadar pagelaran seni, ART RAGA menjadi ruang pertemuan antara seniman, kreator, praktisi, komunitas dan pelaku upaya lintas disiplin. Festival ini memperluas pemisah pameran seni konvensional dengan menghadirkan gerak, meditasi, workshop, dan aktivitas wellness sebagai bagian utuh dari pengalaman artistik. Di sini, tubuh tidak lagi diposisikan sebagai penonton pasif, melainkan sebagai ruang arsip pengalaman, medium interaksi, sekaligus ruang pengobatan bersama.
ART RAGA menunjukkan gimana seni kontemporer hari ini semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari, menjadi ruang untuk bergerak, berinteraksi, beristirahat sejenak, dan menemukan kembali keseimbangan di tengah kehidupan modern. (RO/H-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·