Feby Novalius
, Jurnalis-Selasa, 03 Maret 2026 |08:13 WIB

Aramco menghentikan operasi kilang minyak di Ras Tanura. (Foto: Okezone.com/Reuters)
JAKARTA - Aramco menghentikan operasi kilang minyak di Ras Tanura, pesisir Teluk Persia, setelah terjadi serangan drone di wilayah tersebut.
Kementerian Energi Arab Saudi menyampaikan kilang Ras Tanura nan berkapasitas 550.000 barel per hari ditutup sebagai langkah pencegahan sembari dilakukan penilaian kerusakan. Kebakaran dilaporkan terjadi di sekitar akomodasi akibat puing-puing dari pencegatan dua drone nan menargetkan area tersebut.
Penutupan kilang ini mendorong lonjakan nilai daya global. Harga gasoil berjangka melonjak lebih dari 20 persen, menjadi kenaikan intraday terbesar sejak Maret 2022. Sementara itu, minyak mentah Brent nan diperdagangkan di London naik sekitar 9 persen ke level mendekati USD79 per barel. Demikian dilansir dari Bloomberg, Selasa (3/3/2026).
Ketegangan di Timur Tengah meningkat pada akhir pekan setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran. Iran kemudian membalas dengan menembakkan ratusan rudal dan drone ke sejumlah negara di area tersebut. Serangan terhadap prasarana daya utama menjadi kekhawatiran besar bagi pasar global, terutama lantaran lampau lintas maritim melalui Selat Hormuz nan sangat vital bagi pasokan daya bumi dilaporkan nyaris terhenti.
Di sisi lain, QatarEnergy terpaksa menangguhkan produksi gas alam cair setelah terjadi serangan terhadap akomodasi di Ras Laffan dan Mesaieed. Pemerintah Kuwait juga melaporkan puing-puing rudal nan sukses dicegat jatuh di area salah satu kilang minyaknya, sementara sebuah pembangkit listrik dilaporkan terdampak serangan.
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·