Eksportir minyak utama Arab Saudi bakal memulai kembali pemuatan minyak mentah di terminal raksasa Ras Tanura di Teluk Persia, momen krusial dimulainya kembali pasokan Timur Tengah setelah pecahnya perang AS dan Iran.
Dikutip dari Bloomberg, Jumat (26/6), dua kapal pengangkut minyak mentah besar nan dimiliki oleh raksasa kapal tanker Saudi Bahri bergerak menuju area pemuatan lepas pantai nan disebut tambatan titik tunggal di Ju'aymah, menurut info pencarian kapal nan dikumpulkan oleh Bloomberg.
Kemudian, info menunjukkan terdapat sebuah kapal ketiga berlabuh di dekatnya. Tidak ada muatan minyak mentah nan diamati di terminal sejak awal Maret.
Pembukaan kembali Selat Hormuz telah membawa semburan minyak ke pasar global, sebagian merupakan pasokan nan terjebak di dalam Teluk Persia selama perang.
Selama perang, beberapa produsen teluk terus berlayar kapal melalui jalur air dengan transponder satelit mereka dimatikan. Dimulainya kembali aktivitas terminal pemuatan utama Arab Saudi menandai langkah besar dalam peningkatan arus wilayah tersebut.
Pelabuhan Ras Tanura terdiri dari tiga terminal: titik pemuatan minyak mentah Ju'aymah, terminal gas minyak cair Ju'aymah dan terminal minyak Ras Tanura. Di antara mereka, dua akomodasi minyak mentah mempunyai kapabilitas untuk menangani 12 kapal tanker sekaligus.
Beberapa kapal Bahri nan bersiap untuk memuat ialah Zaynah, Amad, dan Qasba nan terlihat di layar pencarian nan berlabuh di luar Selat Hormuz pada Selasa, sebelum muncul kembali di jangkar terminal Saudi pada Kamis sebelumnya setelah menyeberangi jalur air dengan sinyal posisi mereka mati.
Bahri juga mempunyai setidaknya tiga kapal tanker super nan menunggu di luar Hormuz di Teluk Oman, dan lebih banyak kapal dalam perjalanan, menunjukkan kemungkinan pemuatan tambahan. Kapal besar Saudi mulai berlayar dengan beberapa kapal nan terjebak di dalam Teluk Persia melalui Hormuz minggu lalu.
Selama perang di Iran nan menyebabkan pemotongan drastis dalam jumlah minyak nan melewati Selat Hormuz, Arab Saudi mempunyai elastisitas dengan mengalihkan sebagian ekspornya ke pelabuhan pengganti di Laut Merah.
Kementerian daya Arab Saudi tidak segera menanggapi permintaan komentar. Analisis aktivitas kargo Bloomberg menggunakan sinyal posisi kapal otomatis dan gambaran satelit untuk mengevaluasi kapan kapal telah berlabuh di Teluk Persia. Gambar-gambar tidak diambil setiap hari, nan berfaedah ada kemungkinan bahwa kapal bisa dimuat selama hari-hari ketika satelit tidak lewat.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·