Arab Saudi kembali melirik sumber daya manusia (SDM) Indonesia di industri aviasi. Perusahaan Business Process Outsourcing (BPO) nan merupakan bagian dari Garuda Indonesia Group, PT Garuda Daya Pratama Sejahtera (GDPS), memberangkatkan sepuluh tenaga ahli alias high-skill sebagai Cabin Technician untuk mendukung proyek pemeliharaan pesawat alias Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) di Arab Saudi.
Sebelumnya, pada 2–3 Februari 2026, GDPS juga telah memberangkatkan 12 tenaga ahli pada proyek nan sama. Dengan tambahan tersebut, total sebanyak 22 tenaga ahli Indonesia telah diberangkatkan GDPS untuk mendukung proyek pemeliharaan pesawat di Arab Saudi.
Direktur Utama GDPS, Cornelis Radjawane, mengatakan penempatan tenaga ahli ke luar negeri tidak hanya menjadi bagian dari ekspansi upaya perusahaan, tetapi juga membawa nama baik Indonesia di industri global. Menurutnya, kepercayaan nan kembali diberikan pada proyek nan sama menunjukkan tenaga ahli Indonesia dinilai bisa menjaga kualitas kerja sesuai kebutuhan mitra internasional, utamanya dalam mendukung industri aviasi global.
“Ini bukan hanya tentang pengiriman tenaga kerja, tetapi gimana SDM Indonesia menunjukkan kualitas, disiplin, dan profesionalisme sehingga kepercayaan itu kembali diberikan,” ujar Cornelis dalam keterangannya, Minggu (10/5).
Menurut Cornelis, tenaga ahli nan diberangkatkan telah melalui proses seleksi dan persiapan sesuai kebutuhan proyek serta standar industri internasional. Ia menilai karakter tenaga kerja Indonesia nan dikenal adaptif, ramah, dan pekerja keras menjadi salah satu nilai tambah di mata pemberi kerja global.
Hal ini juga menjadi bagian dari upaya GDPS dalam meningkatkan kualitas SDM Indonesia melalui pengalaman kerja dengan standar industri dunia sehingga diharapkan dapat memberikan akibat positif bagi tenaga kerja maupun industri nasional.
Sebelumnya, GDPS juga telah melakukan penempatan tenaga ahli ke beragam negara seperti Korea Selatan, Papua Nugini, dan Uni Emirat Arab sebagai bagian dari pengembangan jasa tenaga ahli di pasar internasional.
"Ke depan, GDPS menyatakan bakal terus memperluas kesempatan kerja sama internasional sekaligus membuka kesempatan nan lebih luas bagi tenaga ahli Indonesia untuk memperoleh pengalaman kerja dunia secara aman," jelasnya.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·