APJATEL tetap berkomitmen gelar jaringan fiber optik meski biaya naik.
, JAKARTA, – Asosiasi Jaringan Penyelenggara Telekomunikasi (APJATEL) menyatakan bahwa meskipun biaya penggelaran jaringan fiber optik diprediksi naik 15 hingga 17 persen akibat bentrok di Timur Tengah, mereka tetap berkomitmen melanjutkan pembangunan ini. Ketua Umum APJATEL, Jerry Mangansas Swandy, menegaskan perihal ini dalam wawancara di Jakarta Selatan, Kamis.
Menurut Jerry, kenaikan biaya tersebut disebabkan oleh meningkatnya nilai bahan baku krusial seperti corning dan High Density Polyethylene (HDPE). Corning, nan juga digunakan dalam pembuatan senjata, mengalami kenaikan harga, sementara HDPE, bahan pembungkus kabel fiber optik, juga mengalami perihal serupa. "Ini secara teknikal pasti bakal mempengaruhi biaya penggelaran," tambahnya.
Meski demikian, Jerry menegaskan bahwa personil APJATEL tetap berkomitmen melanjutkan pembangunan jaringan meskipun sasaran panjang jaringan mungkin bakal berkurang. Sebagai contoh, sasaran penggelaran dari 50 kilometer bisa jadi hanya mencapai 10 kilometer.
Jika situasi semakin memburuk, APJATEL berencana mengusulkan insentif dari pemerintah agar program fiberisasi bisa terus berjalan. "Kondisi ini mirip dengan saat COVID-19, di mana kami meminta insentif kepada Kominfo tanpa menghilangkan kewajiban," tutup Jerry.
Konten ini diolah dengan support AI.
sumber : antara
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·