Purbaya Respons soal Prabowo Nombok Pakai Uang Pribadi untuk Perjalanan LN

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Menteri Keuangan Indonesia Purbaya Yudhi Sadewa menghadiri konvensi pers bulanan mengenai anggaran pendapatan dan shopping negara (APBN) di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (5/6/2026). Foto: Yasuyoshi Chiba/AFP

Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya, merespons pernyataan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya nan menyebut kelebihan biaya perjalanan luar negeri Presiden Prabowo Subianto di luar anggaran negara ditanggung secara pribadi oleh Presiden.

Purbaya mengaku tak mau mengomentari lebih jauh pernyataan tersebut dan memilih merujuk pada penjelasan nan telah disampaikan Teddy sebelumnya.

“Saya gak bisa menjawab pertanyaan itu, itu kan pak teddy udah menjelaskan ya kita pegang pernyataan pak teddy,” kata Purbaya, kepada wartawan saat konvensi pers APBN Kita di kantornya, Jakarta, dikutip Sabtu (6/6).

Meski demikian, saat ditanya apakah penggunaan biaya pribadi untuk menutup kelebihan biaya perjalanan dinas Presiden diperbolehkan, Purbaya menilai tidak ada patokan nan melarang perihal itu.

“Nggak ada aturannya, jika saya punya duit saya pergi nombok nggak boleh secara logika kan boleh aja jika mau nombok,” lanjut dia.

Purbaya juga memastikan pemerintah tetap mengalokasikan anggaran perjalanan dinas Presiden dalam APBN.

“Ada pasti anggaran nan dianggarkan,” katanya.

Namun, ketika dimintai info mengenai besaran anggaran perjalanan dinas Presiden pada 2026, Purbaya enggan menjelaskan lebih rinci.

“Itu gini, Anda mau lihat rahasia presiden, nan enggak boleh lah. Kita tahu angkanya hanya Anda tanya ke Sesneg (Sekretaris Negara) aja jika mau jawaban nan pasti,” ujarnya.

Seskab Letkol Teddy Indra Wijaya. Foto: Instagram/ @sekretariat.kabinet

Sebelumnya Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menegaskan seluruh kelebihan biaya perjalanan luar negeri Presiden Prabowo nan melampaui anggaran negara ditanggung menggunakan biaya pribadi Presiden.

Hal itu disampaikan Teddy melalui unggahan di akun IG @sekretariat.kabinet pada Senin (1/6), sebagai respons atas masukan nan disampaikan mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal mengenai kunjungan luar negeri Presiden.

“Jadi segala kelebihan biaya nan telah dianggarkan oleh negara, itu sepenuhnya ditanggung oleh pribadi Presiden Prabowo,” kata Teddy.

Selain itu, Teddy menyebut jumlah rombongan Presiden dalam kunjungan luar negeri juga telah dipangkas signifikan dibandingkan periode pemerintahan sebelumnya.

“Kemudian nan kedua, jumlah rombongan. Ini sangat penting. Jumlah rombongan Presiden Prabowo itu sudah berkurang besar-besaran. Lebih dari separuh dari periode sebelumnya,” ujarnya.

Menurut Teddy, pemerintahan sebelumnya jumlah delegasi dalam satu kunjungan luar negeri bisa mencapai lebih dari 120 orang. Sementara pada era Presiden Prabowo, jumlah rombongan dibatasi sekitar 50 hingga 60 orang.

instagram embed
Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan