Apa itu Hantavirus? Kenali Gejala, Penularan hingga Cara Pencegahannya

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta -

Belakangan ini ramai pembicaraan soal Hantavirus setelah adanya laporan kasus nan menyebabkan kematian di kapal pesiar mancanegara. Meski WHO menyebut akibat penyebaran secara dunia tetap rendah, kewaspadaan tetap perlu dilakukan.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan kasus Hantavirus nan ditemukan di Indonesia sejauh ini merupakan jenis HFRS nan menyerang ginjal, dengan total 23 kasus terkonfirmasi di 9 provinsi. Apa itu Hantavirus?

Mengutip dari unggahan akun IG Kemenkes RI (@kemenkes_ri), Hantavirus bukan virus baru. Virus Hanta adalah penyakit nan umumnya menular melalui:

  • Kontak dengan tikus/celurut terinfeksi,
  • Urine alias kotorannya,
  • atau debu nan terkontaminasi (inhalasi aerosol)

Penyakit ini muncul dalam dua corak klinis di dunia, yaitu:

  • HFRS (Haemorrhagic Fever With Renal Syndrome) nan merusak ginjal dan tersebar di Eropa dan Asia, termasuk Indonesia.
  • HPS (Hanta pulmonary Syndrome) nan menyerang sistem pernapasan dan tersebar di Amerika.

Situasi Terkini Virus Hanta

Sejak tahun 2015 sampai 2026, kasus Hanta jenis HFRS dan HPS tersebar di beberapa wilayah Eropa (Finlandia, Jerman, dan Swedia), Amerika (Chili, Argentina, dan Panama) serta Asia (Korea Selatan, China, dan Taiwan).

Ini penilaian akibat Hantavirus oleh WHO (Mei 2026).

  • Risiko penyebaran di tingkat dunia rendah dan sedang untuk di kapal pesiar.
  • Tidak merekomendasikan pembatasan perjalanan/perdagangan.

Berikut situasi virus Hanta di Indonesia.

  • Virus Hanta jenis HPS belum pernah dilaporkan di Indonesia.
  • Kasus Virus Hanta nan ditemukan di Indonesia seluruhnya merupakan jenis HFRS.
  • Masyarakat diimbau untuk tetap tenang lantaran kasus fatalitas nan dipastikan terjadi akibat adanya jangkitan penyerta, bukan murni akibat Virus Hanta.
  • Risiko importasi kasus Virus Hanta jenis HPS tetap ada. Namun, di Indonesia, akibat penambahan kasus Virus Hanta lebih tinggi untuk jenis HFRS.

Cara Pencegahan Virus Hanta

Masyarakat dapat melakukan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui langkah-langkah berikut ini.

  • Rajin cuci tangan pakai air mengalir dan sabun alias menggunakan hand sanitizer
  • Terapkan etika batuk dan bersin
  • Lakukan Metode Wet Cleaning
    Selalu gunakan kain pel basah saat membersihkan debu untuk mencegah partikel virus berterbangan dan terhirup
  • Simpan Makanan dengan Aman
    Gunakan wadah tertutup rapat untuk seluruh bahan konsumsi
  • Tutup Akses Tikus
    Pastikan tidak ada celah alias lubang nan memungkinkan tikus masuk ke dalam area rumah
  • Segera Periksakan Diri
    Kunjungi akomodasi jasa kesehatan terdekat andaikan bergejala mengarah ke Hantavirus setelah beraktivitas di area berisiko tinggi

Segera ke akomodasi pelayanan kesehatan andaikan mengalami gejala:

  • HFRS (Haemorrhagic Fever With Renal Syndrome)
    - Mengalami demam tinggi
    - Sakit kepala
    - Nyeri badan dan lemas
    - Ikterik/Jaundice (tubuh menguning)
  • HPS (Hanta pulmonary Syndrome)
    - Demam
    - Nyeri badan dan lemas
    - Batuk dan sesak napas

*Catatan:

  • Gejala dapat muncul 1-2 minggu masa inkubasi setelah terpapar virus HFRS
  • Untuk virus HPS, indikasi dapat muncul 1-8 minggu masa inkubasi setelah terpapar
  • Informasikan riwayat aspek akibat (termasuk perjalanan) sebelum sakit kepada tenaga kesehatan

(kny/idn)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News