Antrean BBM Mengular di Bali, Bahlil Pastikan Stok 18 Hari Aman

Sedang Trending 2 hari yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan stok BBM secara nasional tetap berada dalam kondisi kondusif hingga 18 hari ke depan, meskipun sempat terjadi antrean panjang di sejumlah SPBU di Bali. Menurutnya, antrean tersebut dipicu oleh hambatan pada proses distribusi.

Bahlil mengaku belum menerima laporan secara menyeluruh lantaran Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri tetap berada di Bali untuk memantau situasi.

"Pemerintah berkedudukan sebagai regulator, sementara pengerjaan di lapangan dilakukan oleh BUMN, dalam perihal ini Pertamina. Saya perlu kembali ke instansi untuk menggelar rapat guna mendengarkan laporan perkembangan terkini di Bali," kata Bahlil.

Meski demikian, dia memastikan bahwa secara umum tidak ada masalah mengenai kesiapan stok.

"Stok nasional berada di kisaran 16 hingga 18 hari, jadi tetap kondusif (clear). Tidak ada masalah dari sisi stok nasional. Mungkin hanya jalurnya nan sedikit terkendala, dan itu nan bakal segera kami telaah dalam rapat," ujarnya.

Sebelumnya, Dirut Pertamina Simon Aloysius Mantiri menyampaikan permohonan maaf atas antrean panjang kendaraan di SPBU nan terjadi dalam beberapa hari terakhir. Ia menegaskan Pertamina tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

"Tanpa bermaksud mencari pembenaran, kami memohon maaf atas kejadian ini," terang Simon melalui unggahan di akun IG Gubernur Bali Wayan Koster (@kosterupdate), Rabu (14/10/2026).

Simon menjelaskan, salah satu pemicu utama antrean panjang tersebut adalah gangguan teknis pada kapal kargo saat proses bongkar muat (discharge), di mana jangkar kapal tanker sempat bermasalah.

"Akibatnya, agenda dan rencana nan semula disiapkan pukul 06.30 WITA kudu mundur hingga pukul 22.00 WITA. Namun sekali lagi, ini bukan argumen pembenaran. Bagaimanapun juga, pelayanan bagi masyarakat adalah nan utama, sehingga kami memohon maaf sebesar-besarnya," ungkap Simon.

Sebagaimana diketahui, antrean panjang kendaraan sempat mengular di sejumlah SPBU di Denpasar, Badung, Tabanan, serta beberapa kabupaten lain di Bali. Fenomena ini disinyalir dipicu oleh rasa panik masyarakat (panic buying) nan cemas pasokan BBM langka, sehingga beramai-ramai mengisi bahan bakar secara bersamaan.

(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News
↑