Taufik Fajar
, Jurnalis-Sabtu, 18 April 2026 |11:00 WIB

Menko Airlangga (Foto: Okezone)
JAKARTA - Pemerintah terus memperkuat agenda hilirisasi industri sebagai bagian dari strategi transformasi ekonomi nasional guna meningkatkan nilai tambah, memperluas kesempatan kerja, serta mendorong daya saing industri dalam negeri di tengah dinamika perekonomian dunia nan penuh tantangan.
“Ketegangan geopolitik, khususnya di area Timur Tengah dan jalur strategis seperti Selat Hormuz, perlu diantisipasi lantaran berpotensi mengganggu rantai pasok dunia dan memicu kenaikan nilai energi,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dikutip, Sabtu (18/4/2026).
Meski demikian, perekonomian Indonesia tetap menunjukkan ketahanan nan kuat. Pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 5,11% pada tahun 2025 dan diproyeksikan meningkat menjadi sekitar 5,3% pada tahun 2026, dengan inflasi nan terkendali serta tingkat kepercayaan konsumen nan tetap berada pada level optimis. Surplus neraca perdagangan juga terus berlanjut, mencerminkan esensial eksternal nan solid.
Ketahanan ekonomi tersebut didukung oleh kuatnya permintaan domestik nan berkontribusi sekitar 54% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), serta struktur pembiayaan nan sehat dengan rasio utang luar negeri nan relatif rendah. Selain itu, sektor perbankan tetap solid dengan likuiditas nan memadai dan permodalan nan kuat, sehingga bisa menopang stabilitas sistem finansial nasional.
Lebih lanjut, Pemerintah terus memperkuat bauran kebijakan untuk memitigasi beragam akibat global. Dari sisi fiskal, penguatan APBN dilakukan melalui optimasi penerimaan, efisiensi belanja, serta refocusing anggaran ke sektor produktif. Sementara itu, dari sisi moneter dan sektor keuangan, koordinasi erat dengan Bank Indonesia dilakukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar melalui beragam instrumen, termasuk intervensi pasar dan penguatan kerja sama transaksi mata duit lokal.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·