Antisipasi Anggota Joget, DPD Cuma Putar Lagu Nasionalisme di Sidang Tahunan

Sedang Trending 50 menit yang lalu
Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (13/8/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Ketua DPD Sultan Bachtiar Najamudin memastikan lagu-lagu nan bakal diputar di Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD 2026 tidak bakal memancing personil majelis untuk berjoget.

Hal tersebut menjadi salah satu langkah antisipasi agar penyelenggaraan sidang tahun ini berjalan lebih khidmat dan tertib. Pernyataan Sultan disampaikan menyusul pertimbangan terhadap penyelenggaraan Sidang Tahunan dan Sidang Bersama tahun lalu.

Sultan pun mengingatkan seluruh personil parlemen untuk menjaga etika dan sikap sebagai personil parlemen selama mengikuti agenda kenegaraan.

“Iya sama sih, kita kan satu rumpun ya. MPR itu kan terdiri dari DPR dan DPD. Sebagai personil parlemen, sebagai personil perwakilan masyarakat, sudah seyogyanya memang kita menjaga etika dan sikap itu,” jelas Sultan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (13/8).

“Tapi di luar memang secara pribadi memang kita kudu menjaga itu, memang sidang berbareng ini juga kita sudah batasi, tidak bakal ada lagi kelak hal-hal seperti lagu-lagu nan bakal memancing suasana menjadi seperti ada intermezo seperti itu ya,” lanjutnya.

Menurut Sultan, pembatasan tersebut dilakukan agar Sidang Tahunan betul-betul menjadi agenda kenegaraan nan berjalan dengan suasana khidmat, meskipun tetap membawa semangat seremoni Hari Kemerdekaan.

“Jadi kita harapkan Sidang Tahunan dan Sidang Bersama ini betul-betul melangkah dengan khidmat, melangkah dengan tertib, kondusif dan lancar lantaran ini bagian dari Hari Kemerdekaan Republik Indonesia nan ke-81. Jadi meskipun gegap gempita tetapi khidmat,” katanya.

Sultan menegaskan, lagu nan dipilih untuk ditampilkan dalam rangkaian aktivitas juga telah disesuaikan. Lagu-lagu tersebut bakal mengedepankan nuansa nasionalisme dan perjuangan.

“Jadi sesuai dengan nan sudah disiapkan oleh panitia, lagu juga nan bakal ditampilkan adalah lagu-lagu nan nasionalisme, perjuangan sehingga menghindari gerakan-gerakan nan bakal kelak memancing, dalam tanda kutip, seakan-akan bernuansa seperti nan tadi teman-teman sampaikan. Itu juga bagian dari antisipasi agar publik juga tidak memandang itu berlebihan ya,” ujarnya.

Dengan demikian, Sultan memastikan unsur intermezo nan berpotensi membikin suasana sidang menjadi terlalu meriah bakal dihindari. Musik nan dimainkan tetap diarahkan untuk membangun semangat nasionalisme tanpa mengurangi kekhidmatan acara.

Sebelumnya, Ketua DPR Puan Maharani mengatakan, penyelenggaraan sidang tahun ini juga bakal berjalan secara tertib dan khidmat, termasuk dalam menyikapi pertimbangan dari penyelenggaraan tahun sebelumnya.

“Hari ini tadi saya, Pak Dasco, juga didampingi dengan Ketua DPD sudah mengecek kesiapan di gedung kura-kura, insyaallah sudah siap 80 persen,” ujar Puan.

Puan juga menyinggung pertimbangan terhadap suasana sidang tahun lalu, ketika sejumlah personil DPR sempat menjadi sorotan lantaran berjoget saat lagu diputar setelah rangkaian pidato kenegaraan selesai.

Menurut Puan, momen tersebut terjadi secara spontan lantaran suasana ceria menyambut peringatan kemerdekaan. Namun, dia memastikan personil DPR bakal lebih introspeksi dan menjaga sikap selama mengikuti rangkaian aktivitas kenegaraan tahun ini.

“Insyaallah kelak pada hari H kami semua bakal tentu saja lebih introspeksi, lebih khidmat, bakal lebih bisa menjaga diri kami untuk bisa lebih konsentrasi dalam mengikuti aktivitas kenegaraan tersebut,” kata dia.

Meski demikian, Puan menilai ekspresi kegembiraan tetap diperbolehkan dalam momentum seremoni kemerdekaan. Dia menegaskan perihal tersebut tidak boleh mengganggu kekhidmatan aktivitas resmi.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan