Anjlok Hampir 11%, Harga Saham KOSPI Korsel Lebih Murah Dibanding IHSG

Sedang Trending 51 menit yang lalu
Ilustrasi Kospi. Foto: Utoimage/Shutterstock

Indeks saham Korea Selatan (KOSPI) ambruk lebih dari 10% pada perdagangan Selasa (29/7) pukul 14.06 WIB.

Pelemahan saham KOSPI jauh lebih dalam dibandingkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia di mana pada saat nan sama hanya terkoreksi sekitar 0,4%.

Berdasarkan info Investing, KOSPI bertengger pada level 6.023,66, turun 732,09 poin alias 10,84 persen. Sementara itu info RTI menunjukkan IHSG berada di level 6.161,11, melemah 24,67 poin alias 0,40%.

Aksi jual besar-besaran di pasar Korea Selatan dipicu anjloknya saham-saham semikonduktor, terutama Samsung Electronics dan SK Hynix, nan masing-masing merosot lebih dari 13%.

Mengutip Bloomberg pada Selasa (28/7), tekanan memaksa Korea Exchange (KRX) menghentikan sementara perdagangan (trading halt) di pasar KOSPI dan KOSDAQ selama 20 menit setelah perjanjian berjangka jatuh tajam.

Sebelumnya, bursa juga sempat menghentikan perdagangan program (program trading) untuk meredam volatilitas.

Ilustrasi Kospi. Foto: yllyso/Shutterstock

Analis menilai pelemahan pasar dipicu kombinasi sentimen negatif dunia terhadap sektor kepintaran buatan (AI), tindakan deleveraging investor, hingga meningkatnya kekhawatiran terhadap persaingan industri semikonduktor dari China.

Chief Investment Officer Eugene Asset Management, Ha Seok Keun, mengatakan sentimen terhadap saham semikonduktor Korea saat ini berada dalam kondisi sangat lemah.

"Risk-off secara luas, tindakan deleveraging, pelebaran credit default swap (CDS) perusahaan hyperscaler, dan memburuknya sentimen penanammodal ritel semakin memperbesar tekanan jual," ujarnya.

KOSPI sekarang telah terkoreksi lebih dari 30 persen dari puncaknya sekitar satu bulan lalu, setelah sebelumnya sempat menjadi indeks saham dengan keahlian terbaik di bumi dengan kenaikan lebih dari 100% sepanjang tahun.

Volatilitas pasar juga meningkat tajam. Nilai transaksi di KOSPI pada perdagangan siang hari tercatat lebih dari 30% di bawah rata-rata 30 hari terakhir.

Aksi jual turut dipimpin penanammodal asing nan membukukan penjualan bersih sekitar 4,5 triliun won alias sekitar USD 3 miliar di pasar saham Korea Selatan. Di sisi lain, penanammodal ritel justru memanfaatkan penurunan nilai untuk membeli.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan