Animo Warga Satu RT Datang ke Festival Perahu di Jakut Sampai Sewa Angkot

Sedang Trending 1 hari yang lalu

Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta melalui Unit Penanganan Sampah (UPS) Badan Air Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta menggelar Festival Cinta Lingkungan (Cilung) 2026, nan menghadirkan pawai 43 perahu nan dibuat dari beragam macam sampah. Festival ini mengundang antusiasme dari para warga.

Salah satunya ada emak-emak dari RT 02 RW 01 Kayu Manis, Matraman, Jakarta Timur (Jaktim). Ketua RT 02, Susilowati, mengungkap dirinya membujuk penduduk lain datang ke Festival Cilung 2026 setelah memandang promosinya di media sosial.

"Bareng warga-warga RT 02 RW 01 Kelurahan Kayu Manis, Matraman Jakarta Timur. Lihat dari IG sih Mas, sama TikTok ya," kata Susilowati ditemui di letak pagelaran di Danau Sunter, Jakarta Utara, Minggu (18/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para penduduk Kayu Manis ini apalagi menyewa angkot untuk datang ke letak festival. Mereka beriktikad untuk ikut menjajal perahu-perahu tersebut.

"Ngajak warga. Ini warga-warganya, ibu-ibu. Naik angkot. Nyewa APB (angkutan pengganti bajaj). Semuanya sih mau coba naik perahunya juga. Cuma lama ya, kudu ngantri," katanya.

estival Cinta Lingkungan (Cilung) 2026, Jakarta Utara, Minggu (18/10/2026).Festival Cinta Lingkungan (Cilung) 2026, Jakarta Utara, Minggu (18/10/2026). Foto: Adhfar Aulia Syuhada/detikcom

Susilowati menyebut adanya perahu dari sampah botol jejak ini menginspirasi RT-nya untuk ikut mengolah sampah bekas. Dia mengungkap sempat menggelar fashion show dari sampah plastik saat merayakan 17 Agustus lalu.

"Terinspirasi sih, soalnya kan bisa, pertama lingkungan juga lebih bersih ya. Bisa buat produktivitas gitu," katanya.

"Kita udah pas 17-an kita buatnya busana ya, busana dari plastik-plastik gitu pas 17 kemarin di RW ya kita udah buat iya, fashion show. Cuma pas Agustusan aja. Masih wilayah RW ya jika kita," sambungnya.

Selain itu, ada juga suami-istri berjulukan Salamah dan Maulana, nan datang dari Cipayung. Dia mengaku penasaran memandang perahu nan dibuat dari sampah botol tersebut.

"Dari Cipayung. Pengin lihat, penasaran. Sama suami sama anak," kata Salamah.

Keluarga Salamah pun sempat menaiki perahu dari Kecamatan Tanah Abang, nan bertemakan kafe apung. Dia mengaku merasa mau kembali menaiki perahu tersebut.

"Karena pengalaman pertama ya seru ya. Kayaknya rasanya pengin lagi. (Perahunya) Dari Tanah Abang, kayak kafe apung," katanya.

Maulana berambisi aktivitas seperti ini agar dilanjutkan. Dia mengatakan aktivitas ini menjadi sarana untuk mendaur ulang sampah dengan kreatif.

"Ya event ini sih memang harapannya tetap berlanjut, lantaran kan memang untuk mendaur ulang, apa namanya, sampah-sampah bahan bekas, lantaran memang dibikin dari botol, galon bekas. Jadi melatih produktivitas anak-anak dari Badan Air juga, teman-teman di Badan Air," kata Maulana.

(dwr/dwr)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News
↑