Heidi Levine.(The Washington Post)
SEJUMLAH anggota Kongres Amerika Serikat mengecam keras serangan sadis nan dilakukan oleh pemukim Israel terhadap ahli foto Washington Post, Heidi Levine, di Tepi Barat, Palestina, pada Jumat (16/10) waktu setempat. Levine dilaporkan mengalami luka serius setelah dipukuli oleh sekelompok pemukim bermasker saat sedang meliput penduduk Palestina nan memanen zaitun.
Anggota DPR AS, Jamie Raskin, menyebut kejadian tersebut sebagai momen nan tidak dapat ditoleransi oleh dunia. "Serangan terhadap wartawan foto Heidi Levine oleh pemukim Tepi Barat adalah tindakan nan tidak masuk akal. Apakah kita bakal terus membiarkan kekerasan main pengadil sendiri terhadap penduduk sipil Palestina dan pengamat asing oleh golongan sayap kanan nan beraksi di bawah perlindungan pemerintah?" tulis Raskin melalui platform X.
Kondisi Korban dan Kronologi Serangan
Heidi Levine, seorang wartawan foto veteran nan berilmu meliput bentrok di Ukraina dan Timur Tengah, kudu menjalani perawatan di rumah sakit di Ramallah dan Israel. Ia menderita patah pada empat tulang belakang, patah tulang rusuk, serta luka robek di sekujur tubuhnya.
Saksi mata di letak kejadian menggambarkan serangan tersebut sebagai tindakan nan terkoordinasi. Puluhan laki-laki berpakaian hitam turun dari pemukiman di puncak bukit, melemparkan batu dengan ketapel, dan membakar kebun oliva milik penduduk setempat.
Anggota DPR Ro Khanna mengungkapkan kesaksian Levine nan menyebut bahwa para penyerang mengangkat tubuhnya, membantingnya ke tanah, dan terus menendangnya. "Pemukim Israel beraksi dengan impunitas. Kita perlu menghentikan support ke Israel nan digunakan untuk mendanai aktivitas pemukim dan menghentikan penjualan senjata-senjata ini," tegas Khanna.
Tuntutan Investigasi dan Akuntabilitas
Kecaman juga datang dari Senator Andy Kim nan menyoroti laporan bahwa tentara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) tidak melakukan intervensi saat serangan terjadi. Ia mendesak ada investigasi menyeluruh dan akuntabilitas atas kejadian tersebut.
Senator Tammy Duckworth juga menyerukan agar otoritas Israel segera mengambil tindakan. "Otoritas Israel kudu meminta pertanggungjawaban mereka nan bertanggung jawab atas serangan ini dan berakhir membiarkan upaya aneksasi Tepi Barat nan lebih luas," tulisnya.
Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa fakta-fakta mengenai kejadian tersebut tetap belum jelas dan sedang dalam penyelidikan. Kedutaan Besar AS di Jerusalem menyatakan pihaknya terus memantau situasi dan mengecam segala corak kekerasan pidana di Tepi Barat.
Pola Kekerasan terhadap Jurnalis
Kelompok pembelaan kewartawanan turut menyuarakan keprihatinan mereka. Sara Qudah, Direktur Regional Timur Tengah dan Afrika Utara untuk Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ), menyatakan bahwa pemukulan terhadap Heidi Levine bukanlah kejadian tunggal.
"Ini bagian dari pola kekerasan dan pelecehan nan mengkhawatirkan terhadap jurnalis, terlepas dari kebangsaan mereka, nan meliput situasi di Tepi Barat," ujar Qudah dalam suatu pernyataan resmi.
Catatan Redaksi: Serangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Tepi Barat selama musim panen zaitun. Warga Palestina sering kali menjadi sasaran kekerasan oleh golongan pemukim ekstremis. (The Washington Post/I-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·