Anggota DPRD Soroti Dugaan Pengaturan Skor SPMB SMAN 1 Maung Tasikmalaya

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Anggota DPRD Soroti Dugaan Pengaturan Skor SPMB SMAN 1 Maung Tasikmalaya Seleksi penerimaan siswa baru (SPMB) SMAN 1 Maung Kota Tasikmalaya menjadi sorotan personil DPRD Kota Tasikmalaya, fraksi PDI Perjuangan adanya dugaan pengaturan skor lantaran banyak orang tua siswa mengadu atas masalah tersebut.(MI/KRISTIADI)

SELEKSI penerimaan siswa baru (SPMB) SMAN 1 Maung Kota Tasikmalaya, Jawa Barat menyebabkan sejumlah siswa jatuh sakit setelah skor nan didapatkan lenyap dan terlempar hingga tidak masuk kuota. Proses penerimaan siswa baru, membikin banyak orang tua siswa protes dan mereka mempertanyakan hilangnya skor tersebut.

Anggota DPRD Kota Tasikmalaya fraksi PDI Perjuangan, Deny Romdoni mengatakan, penerimaan siswa baru (SPMB) SMAN 1 Maung Kota Tasikmalaya pada program Gubernur Jawa Barat memang bagus dan  menciptakan mutu, transparansi, integritas dan keadilan. Namun, patokan baru muncul Juknis bukan Keputusan Gubernur di awal hingga banyak sistem error dan masalah lainnya ada dugaan pengaturan skor.

"Program unggulan Provinsi Jabar dapat mencetak lulusan berkekuatan saing tinggi ini bagus dan semua pengajar kudu unggul dari beragam sisi. Akan tetapi, seleksi penerimaa siswa baru nan dilakukan banyak kejanggalan adanya dugaan pengaturan skor terhadap peserta hingga membikin sejumlah siswa jatuh sakit lantaran skor nan didapatkan hilang," ujar Deny Romdony, Selasa (9/6/2026).

Menurut Deny, keterbukaan info menjadi krusial agar publik dapat memandang proses SPMB melangkah objektif, adil, tidak memberi ruang bagi praktik nan dapat mencederai kepercayaan masyarakat. Namun, proses penerimaan siswa baru ke SMAN 1 Maung Tasikmalaya malah banyak orang tua siswa melaporkan skor lenyap lantaran mereka bergeser dari kuota aman.

"Proses penerimaan siswa baru di SMAN 1 Maung Tasikmalaya semestinya sekolah memprioritaskan terlebih dulu di wilayahnya. Karena, orang tua siswa nan terlempar dari kuota kondusif pertanyakan tentang alur seleksi, pembagian kuota dan kriteria kelulusan dinilai belum mudah dipahami publik, dengan kejadian tersebut agar sekolah membuka info secara transparan dan kudu sejujurnya," katanya.

Menurutnya, penerimaan siswa baru nan didaftarkan Wali Kelas ke SMAN 1 Maung Tasikmalaya banyaknya beragam masalah seperti atlet Taekwondo skor 371,84 ada di kuota kondusif peringat 47 hingga bergeser ke 53 dan terlempar dengan skor menjadi 365,84. Namun, atlet lainnya skor 371,60 masuk kuota kondusif berada di ranking ke 48 bergeser ke 55 hingga terlempar jauh dan skor berkurang 365,60.

"Kami mendapat laporan banyak peserta SPMB SMAN 1 Maung Tasikmalaya terlempar dan mereka memperoleh nilain nomor 377,24 masuk dalam 33 besar dari 77 kuota nonakademik. Namun, keesokan harinya perolehan nilai lenyap 51 menjadi 326,24 tidak masuk dalam daftar hingga siswa lainnya tercatat 369,80 dan diterima masuk kuota siswa tapi nilai menjadi 318,8 hingga keluar dari daftar dan saya minta info tersebut dibuka secara transparan," pungkasnya.

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia