Jakarta, CNN Indonesia --
Anggota DPR berinisial AS melaporkan kasus dugaan pemerasan ke Polda Metro Jaya.
Polda Metro Jaya mengungkap sosok personil DPR korban pemerasan empat orang nan mengaku sebagai utusan dari ketua KPK adalah Ahmad Sahroni. Nilai pemerasan sekitar Rp300 juta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan Sahroni langsung melaporkan tindakan pemerasan itu ke Polda Metro Jaya pada Kamis (9/4).
"Benar (korban Ahmad Sahroni)," kata Budi kepada wartawan, Jumat (10/4).
Budi menambahkan Polda Metro Jaya tetap mendalami laporan tentang pengancaman dan pemerasan itu.
Kata Budi, AS dimintai duit ratusan juta sehingga dia melapor pada Kamis, 9 April 2026, sekitar pukul 22.00 WIB.
"Ini juga ada info dari pihak KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), bahwa adanya dugaan-dugaan mencemarkan nama pimpinan-pimpinan di KPK. Ini juga kami bakal mendalami mengenai tentang info tersebut, ada satu laporan dari personil majelis mengenai tentang perkara ini," kata Budidi Jakarta, Jumat.
Dia juga menyebut pihaknya tetap mendalami apakah laporan tersebut saling berangkaian satu sama lain.
"Kami sampaikan, kami sudah menerima satu laporan polisi dan ini tetap bakal kami dalami, apakah itu ada kaitan tentang laporan ataupun dugaan satu kesatuan tadi. Kami minta waktu," ujar Budi.
Tim campuran KPK dan Polda Metro Jaya pada Kamis (9/4) malam menangkap empat orang nan diduga mengaku sebagai pegawai lembaga antirasuah, nan menyatakan dapat mengatur penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi di KPK.
"Para terduga pelaku diamankan di wilayah Jakarta Barat. Dalam aktivitas tersebut, tim juga mengamankan peralatan bukti dalam corak duit sejumlah 17.400 dolar Amerika Serikat," ungkap Juru Bicara KPK Budi Prasetyo.
Setelah ditangkap, dia menyebut empat orang tersebut langsung dibawa ke Polda Metro Jaya untuk diperiksa lebih lanjut.
Lebih lanjut, dia mengungkapkan keempat orang tersebut mengaku sebagai utusan dari ketua KPK nan diperintah untuk meminta sejumlah duit kepada personil DPR.
"Diduga permintaan ini bukan nan pertama kalinya," tutur Budi.
Oleh karena itu, KPK mengimbau seluruh jejeran kementerian/lembaga, pemerintah daerah, badan upaya milik negara/daerah maupun beragam unsur masyarakat lainnya agar selalu waspada dan hati-hati.
"Hati-hati dengan beragam modus oleh oknum nan mengatasnamakan sebagai pegawai KPK, dan melakukan tindakan-tindakan kriminal, penipuan, pemerasan ataupun nan mengaku dapat melakukan pengaturan perkara di KPK," imbau Budi.
(dis/ugo)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·