Anggota DPD RI Temui Jokowi: IKN di Kaltim karena Beliau, Tetap Dicintai Rakyat

Sedang Trending 51 menit yang lalu
Enam personil DPD RI dari sejumlah provinsi menemui Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di kediamannya di Solo, Jawa Tengah, Jumat (21/8/2026). Foto: kumparan

Sekitar enam personil DPD RI dari sejumlah provinsi menemui Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di kediamannya, Jalan Kutai Utara Nomor 1, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jumat (21/8).

Dua dari enam personil DPD RI nan datang dalam pertemuan tersebut adalah Yulianus Henock dari Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dan Arya Widakarna dari Provinsi Bali.

Pertemuan berjalan selama sekitar satu jam. Kepada awak media, Yulianus mengatakan dirinya turut menemui Jokowi dalam kapabilitas sebagai Ketua Umum Persekutuan Dayak Kalimantan Timur sekaligus personil DPD RI dari Kaltim.

“Ini mengunjungi Presiden ke-7. Saya sebagai Ketua Umum Persekutuan Dayak Kalimantan Timur, saya juga sebagai personil DPD RI dari Kalimantan Timur merasa bangga memandang Jokowi tetap dalam kondisi sehat,” kata Yulianus, Jumat (21/8).

Yulianus juga mengapresiasi keahlian Jokowi selama menjabat Presiden, khususnya dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan. Menurutnya, Jokowi hingga sekarang tetap mendapat kecintaan dari masyarakat.

“Beliau orang nan baik, kami sangat banggakan, Ibu Kota Nusantara bisa ada di Kalimantan atas support beliau. Jadi sekali lagi, Presiden ke-7 Republik Indonesia Jokowi tetap dicintai rakyat,” kata dia.

Enam personil DPD RI dari sejumlah provinsi menemui Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di kediamannya di Solo, Jawa Tengah, Jumat (21/8/2026). Foto: kumparan

Dalam pertemuan tersebut, Yulianus mengungkapkan mereka juga membahas mengenai pentingnya desentralisasi pembangunan agar pembangunan tidak hanya terpusat di wilayah tertentu.

“Kalau masalah pembahasan di pedalaman, kami sebagai wakil-wakil rakyat di wilayah tetap menginginkan adanya desentralisasi pembangunan kedepannya.

Menurut Yulianus, arah pembangunan ke depan kudu lebih memperhatikan kebutuhan daerah. Ia menilai tetap banyak wilayah nan mengalami kemunduran sehingga perlu mendapat perhatian lebih besar dari pemerintah.

“Pembangunan tetap kudu berkiblat ke daerah. Daerah nan sekarang banyak mengalami kemunduran kedepan bisa lebih maju. Kondisi sekarang kami sebagai wakil rakyat dari daerah, ya senator, mempunyai keprihatinan bilamana pembangunan wilayah itu kurang perhatian bakal menyebabkan kemarahan daripada masyarakat daerah,” pungkasnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan