Anggita (36) selamat dari tragedi kecelakaan kereta api (KA) Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi, Jawa Barat. Anggita disebut terlempar saat KRL ditabrak.
Hal itu diceritakan adik Anggita, Aditya Subagja, saat menemani kakaknya menjalani perawatan di RSUD Kota Bekasi. Dia mengatakan Anggita berada di gerbong unik wanita saat tragedi terjadi.
Dia menyebut Anggita awalnya hendak memberi berita kepada family ketika KRL nan ditumpanginya tak kunjung bergerak. Tiba-tiba, KA Argo Bromo Anggrek menabrak KRL hingga membikin penumpang di dalamnya terpental.
"Yang tadinya dia mau ngabarin suaminya lantaran keretanya delay, tiba-tiba sebelum dia kirim, keretanya tabrakan dan dia terlempar sama tumpukan orang-orang gitu," kata Adit di RSUD Kota Bekasi, Kamis (30/4/2026).
Adit mengatakan Anggita duduk di bangku prioritas dekat pintu keluar. Anggita sempat terimpit sebelum akhirnya bisa dievakuasi.
"Dekat sama bangku prioritas katanya, jadi dia pas kejadian terhimpit dan pintunya itu otomatis kebuka, lampau dia keluar di situ. Masih bisa keluar," ujarnya.
Adik Anggita, Aditya Subagja (Taufiq/detikcom)
Anggita sempat dirawat di IGD pada malam kejadian. Saat itu, dia diperbolehkan pulang lantaran dinilai tidak mengalami luka parah.
"Karena kelihatannya nggak terlalu parah mungkin ya, jadi dipulangkan. Udah gitu pas hari besoknya baru berasa, baru dibawa ke sini lagi buat check up, tadinya mau check up tapi jadinya malah kayak rawat inap," ucapnya.
Adit mengatakan Anggita dirujuk ke master ahli saraf. Menurut dia, ada lebam di tangan, kaki, dan punggung Anggita.
"Luka lebam di tangan sebelah kanan, sama kakinya, sama punggungnya itu nggak bisa bangun sendiri gitu, kudu dibantu. Jadi dia dirujuk ke master ahli saraf," ujarnya.
Sebelumnya, KA Argo Bromo Anggrek menabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam. Peristiwa itu menyebabkan 16 orang meninggal bumi dan 90 orang lainnya terluka.
(tsy/haf)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·