Anggaran MBG Terserap Rp 139,77 Triliun hingga September 2026

Sedang Trending 55 menit yang lalu

Secara keseluruhan, realisasi anggaran BGN hingga 16 September 2026 mencapai Rp 143,04 triliun alias 63,83 persen dari total pagu Rp 229,75 triliun. Berdasarkan program, realisasi Program Pemenuhan Gizi Nasional mencapai 63,89 persen, sedangkan Dukungan Manajemen sebesar 60,71 persen.

Jika dirinci berasas jenis belanja, realisasi Belanja Pegawai mencapai 64,33 persen, Belanja Barang 63,82 persen, dan Belanja Modal 71,03 persen. Sementara berasas fungsi, realisasi Fungsi Ekonomi mencapai 61,28 persen, Fungsi Kesehatan 65,80 persen, dan Fungsi Pendidikan 63,68 persen.

Sementara itu, berasas info penerima faedah per 31 Agustus 2026, penyelenggaraan MBG telah menjangkau 56,99 juta penerima manfaat. Jumlah tersebut mencapai 76,45 persen dari sasaran 74,56 juta penerima manfaat, dengan selisih 17,56 juta penerima manfaat.

Sudaryono menjelaskan perbedaan tanggal cut-off antara info realisasi anggaran dan penerima faedah disebabkan adanya penyelarasan siklus sinkronisasi bulanan info penerima manfaat. Menurut dia, pemisahan tersebut dilakukan untuk menjaga kecermatan dan akuntabilitas penyajian info program.

Dia menambahkan, capaian penerima faedah tersebut tetap berkarakter sementara seiring dengan proses pembenahan tata kelola MBG. BGN juga melakukan refocusing penerima faedah agar penyelenggaraan program semakin tepat sasaran.

Dalam proses tersebut, sebanyak 1.653 satuan pendidikan telah dikeluarkan dari daftar penerima MBG. Layanan selanjutnya bakal lebih diarahkan kepada golongan nan membutuhkan, termasuk masyarakat di wilayah 3T dan wilayah dengan kebutuhan intervensi gizi nan lebih tinggi.

"Refocusing ini kami lakukan agar program semakin tepat sasaran. Jadi, selisih terhadap sasaran penerima faedah bukan berfaedah program berhenti. Ini merupakan bagian dari proses pembenahan agar ekspansi MBG melangkah lebih tepat sasaran, aman, akuntabel, dan berkelanjutan. Setelah kesiapan jasa terpenuhi, ekspansi penerima faedah bakal terus kami lakukan secara bertahap," tutur Sudaryono.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita