Anggaran MBG Dinilai Terlalu Besar, BGN Siap Hitung Ulang

Sedang Trending 59 menit yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Gizi Nasional (BGN) membuka kesempatan untuk memangkas kebutuhan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2027 nan saat ini tetap dihitung sebesar Rp270 triliun.

Angka tersebut dinilai terlalu besar dan bakal dihitung ulang seiring langkah efisiensi, serta penataan ulang program nan tengah dilakukan pemerintah.

Wakil Kepala BGN sekaligus Juru Bicara BGN Agustina Arumsari mengatakan, pagu sugestif tahun 2027 nan dibahas sebelumnya itu merupakan hasil penyusunan dari dugaan penerima faedah mencapai 81 juta orang.

"(Anggaran) 2027 itu sekitar Rp270 triliun dengan dugaan penerima faedah sekitar 81 juta. Tapi sekali lagi, itu diajukan oleh masa nan dulu," kata Sari dalam konvensi pers di kantornya, Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Menurut dia, nomor tersebut saat ini sedang dievaluasi ulang berbareng Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

BGN menilai kebutuhan anggaran MBG tetap bisa ditekan melalui beragam langkah efisiensi nan sedang disiapkan.

"Sementara kami menganggap jika kita memandang secara umum lah ya dari info nan ada, alias jika kita bandingkan dengan RPJMN, itu jika dibandingkan dengan RPJMN sebenarnya sudah jauh sekali lho, jika RPJMN tuh nggak sampai segitu," ujarnya.

Sari menjelaskan, pembahasan lanjutan dengan Kementerian Keuangan bakal dilakukan dalam beberapa pekan ke depan sebelum penyusunan final anggaran negara tahun depan.

"Nah, itu nan kami besok Jumat sampai minggu depan tetap bakal kami telaah sama Kementerian Keuangan," ucap dia.

Ia menegaskan BGN belum dapat menyampaikan nomor kebutuhan anggaran terbaru, lantaran proses pertimbangan tetap berlangsung. Namun, lembaganya memandang kebutuhan biaya Rp270 triliun tetap terlalu besar.

"Kemarin dengan DPR sudah sepakat, kami diberi waktu satu bulan untuk kami susun ulang lagi," ujarnya.

"Jadi jika ditanya sekarang, berapa Bu nomor detailnya, kami belum bisa menyampaikan. Tapi nomor itu lahir dari dugaan 81 juta penerima manfaat, Rp270 triliun. Itu tetap kami anggap tetap terlalu besar lah ya," lanjut Sari.

BGN menargetkan proses penyusunan ulang kebutuhan anggaran tersebut selesai sebelum Nota Keuangan dan RAPBN 2027 disampaikan pemerintah pada Agustus mendatang.

Di tengah pembahasan anggaran 2027, BGN juga tengah menjalankan sejumlah langkah efisiensi pada penyelenggaraan MBG tahun ini. Salah satunya melalui penghentian sementara pengedaran MBG selama masa libur sekolah mulai 22 Juni hingga 13 Juli 2026.

Menurut Sari, kebijakan tersebut berpotensi menghemat anggaran insentif Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) hingga lebih dari Rp3 triliun.

"Kalau kita memandang nomor jumlah SPPG nan telah beraksi 27.820 dikalikan dengan insentif per hari itu selama 18 hari, maka kita sudah bisa melakukan efisiensi insentif SPPG itu sebesar Rp3.004.560.000, lumayan angkanya ya," sebutnya.

Selain itu, BGN juga melakukan refocusing penerima faedah MBG. Hingga saat ini, lembaga tersebut telah mengidentifikasi 76 sekolah di Pulau Jawa dengan total 39.352 siswa nan dinilai bisa memenuhi kebutuhan gizi secara mandiri, sehingga tidak lagi menjadi prioritas penerima program MBG.

Adapun anggaran nan sebelumnya dialokasikan untuk golongan tersebut rencananya bakal dialihkan kepada golongan nan lebih membutuhkan, seperti wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), ibu hamil, ibu menyusui, serta balita.

Sementara itu, Sari juga mengungkapkan pagu anggaran BGN tahun 2026 telah mengalami penyesuaian. Dari pagu awal sebesar Rp268 triliun, anggaran nan tersisa setelah penajaman fiskal sekarang menjadi sekitar Rp228,38 triliun.

"Pagu awal Rp268 triliun, lampau untuk penajaman itu Rp38,25 triliun, nan surat pertama, lampau ada lagi Rp1,37 triliun. Nah, jadi sekarang tinggal sisa pasca penajaman Rp228,38 triliun," kata Sari.

Menurut dia, nomor tersebut tetap berpotensi berubah seiring proses efisiensi dan refocusing penerima faedah nan tetap terus dilakukan BGN.

"Nah, ini kelak tetap kami exercise lagi seperti nan tadi kan, refocusing penerima manfaat, itu mungkin bisa jadi bakal berkurang lagi, gitu," pungkasnya.

(wia)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News