Ravie Wardani
, Jurnalis-Jum'at, 08 Mei 2026 |20:40 WIB
Angela Tanoesoedibjo
HONG KONG - CEO MNC Digital Entertainment, Angela Tanoesoedibjo, mengungkap strategi besar dalam menghadapi perubahan konsumsi media global. Salah satunya dengan integrasi teknologi Artificial Intelligence (AI) secara masif dalam produksi konten.
Angela menegaskan bahwa ke depan, MNC Digital tidak hanya berjuntai pada produksi konvensional.
Ia menargetkan keseimbangan antara produktivitas manusia dan kecanggihan teknologi dalam platform terbarunya, V+Short.
"Hari ini kami mempunyai produksi nan didukung AI, tetapi kami juga mempunyai produksi sintetis AI—jadi sepenuhnya menggunakan AI. Kami menargetkan untuk mempunyai proporsi 50-50; 50% produksi langsung dan 50% produksi AI di platform kami ke depannya," ujar Angela saat memberikan sambutan di peluncuran V+Short di Hong Kong pada Jumat (8/5/2026).
Tak hanya soal efisiensi produksi, Angela juga memandang kesempatan dalam pengembangan manusia digital. Hal ini diprediksi bakal menjadi masa depan industri intermezo global.
"Kita bisa berada di dua tempat pada waktu nan sama lantaran nantinya kita bisa
mengembangkan manusia digital ini," tambahnya.
Hal senada juga disampaikan oleh CEO V+Short, Clarissa Tanoesoedibjo. Ia menilai V+Short datang untuk mengisi waktu senggang masyarakat urban melalui konten vertikal nan intim dan mudah diakses.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·