Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mendorong percepatan penyelesaian pembebasan lahan untuk mendukung proyek preservasi ruas Jalan Lubuk Selasih–Surian di area Air Dingin, Kabupaten Solok.
Proyek nan didanai APBN nyaris Rp 220 miliar itu dinilai krusial untuk meningkatkan konektivitas dan memperlancar arus transportasi di wilayah selatan Sumatera Barat.
Hal tersebut disampaikan Andre saat rapat koordinasi berbareng Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat dan Pemerintah Kabupaten Solok di Kantor BPJN Sumbar, Jumat (5/6).
Andre menjelaskan proyek preservasi tersebut mencakup pembangunan dan peningkatan jalan sepanjang sekitar 20 kilometer dengan lebar mencapai 11 meter. Namun, penyelenggaraan proyek secara optimal memerlukan support pembebasan lahan terhadap 142 rumah penduduk nan terdampak di sepanjang trase jalan.
“Mencari anggaran pusat itu tidak mudah. Kita kudu bersaing dengan wilayah lain di Indonesia. Karena itu setiap anggaran nan sukses dibawa ke Sumatera Barat kudu dimanfaatkan secara maksimal agar ke depan pemerintah pusat kembali memberikan support pembangunan,” kata Andre nan juga Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPR RI.
Menurut Andre, proyek senilai Rp220 miliar tersebut merupakan kesempatan besar bagi Kabupaten Solok dan Sumatera Barat. Karena itu, seluruh pihak diminta serius menyelesaikan persoalan pembebasan lahan agar sasaran pembangunan dapat tercapai sesuai rencana.
Ia berambisi setelah proyek rampung, ruas Jalan Lubuk Selasih–Surian mempunyai lebar penuh 11 meter sehingga bisa meningkatkan keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran arus kendaraan menuju Solok Selatan maupun wilayah sekitarnya.
Sementara itu, Bupati Solok Jon Firman Pandu mengatakan pemerintah wilayah telah menyiapkan langkah konkret untuk mempercepat proses pembebasan lahan. Berdasarkan pendataan terbaru, jumlah gedung terdampak tercatat sebanyak 142 unit, lebih sedikit dibandingkan info awal nan mencapai 162 unit.
“Alhamdulillah masyarakat nyaris semuanya sudah menyatakan setuju. Pemerintah wilayah juga sudah menyiapkan anggaran untuk penggantian gedung penduduk nan terdampak proyek ini,” ujar Jon Firman Pandu.
Menurut Jon, proses penilaian aset oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) saat ini sedang berjalan dan ditargetkan selesai pada Juni 2026. Setelah itu, pembayaran penggantian gedung kepada masyarakat bakal segera dilakukan.
“Target kami pada Juli pembayaran sudah bisa dimulai dan paling lambat 31 Agustus 2026 seluruh proses pembebasan lahan selesai alias clean and clear,” katanya.
Ia menambahkan, tiga titik longsor di area Air Dingin juga menjadi prioritas penanganan lantaran berakibat langsung terhadap akses transportasi masyarakat. Pemerintah Kabupaten Solok berbareng pemerintah nagari dan masyarakat bakal terus berkoordinasi untuk mempercepat penyelesaiannya.
Di sisi lain, Kepala BPJN Sumbar Elsa Putra Friandi menyatakan pihaknya menunggu realisasi pembebasan lahan sesuai sasaran nan telah disepakati. BPJN berambisi lokasi-lokasi prioritas dapat segera dibebaskan sehingga pekerjaan bangunan dapat dimulai lebih cepat.
Andre menegaskan proyek preservasi Jalan Lubuk Selasih–Surian merupakan investasi krusial bagi masa depan Sumatera Barat. Selain meningkatkan konektivitas antarwilayah, proyek tersebut juga diharapkan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat serta memperkuat pengedaran peralatan dan jasa di area selatan provinsi tersebut.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·