Andre Rosiade: Lewat DHE dan PT DSI Dolar Pulang Kandang, Rupiah-IHSG Menguat

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Andre Rosiade saat berjamu ke instansi kumparan di Jakarta, Kamis (4/6/2026). Foto: Syawal Febrian Darisman/kumparan

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade menilai kebijakan pengetatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) serta pembentukan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperkuat pengelolaan sumber daya alam (SDA) nasional.

Menurut Andre, kedua kebijakan tersebut berkedudukan dalam menarik kembali biaya hasil ekspor nan selama ini tersimpan di luar negeri. Masuknya devisa ke dalam negeri dinilai turut memberikan akibat positif terhadap penguatan nilai tukar rupiah dan keahlian pasar modal.

"Kebijakan DHE dan PT DSI ini menunjukkan pemerintah di jalan nan benar. Kita sukses membawa pulang USD hasil ekspor nan selama ini diparkir di luar negeri, sehingga dampaknya nilai tukar Rupiah menguat dan IHSG meningkat," kata Andre dalam keterangannya, Senin (15/6).

Andre menjelaskan, keberadaan DSI memungkinkan pengawasan nan lebih ketat terhadap ekspor komoditas SDA sehingga penjualan dapat dilakukan pada nilai nan optimal. Selain itu, hasil penjualan komoditas diharapkan kembali masuk ke sistem finansial nasional.

Menurut dia, meningkatnya pasokan dolar di dalam negeri bakal berakibat pada penguatan persediaan devisa sekaligus memperbesar penerimaan negara.

"Dampaknya sangat langsung. Masuknya dolar ini memperkuat nilai tukar Rupiah. Tentunya keahlian masing-masing perusahaan dalam negeri nan bergerak di bagian SDA juga ikut meningkat. Nilai perusahaannya naik, dan ujungnya mendorong IHSG meningkat tajam,"tegas Ketua DPD Gerindra Sumatera Barat tersebut.

Sejumlah duit kertas pecahan 100.000 rupiah Indonesia difoto di samping duit kertas pecahan 100 dolar AS di sebuah tempat penukaran mata duit di Jakarta, Kamis (4/6/2026). Foto: Yasuyoshi Chiba/AFP

Andre juga menilai kebijakan pengelolaan ekspor melalui satu pintu dapat mempersempit ruang praktik underinvoicing dan underpricing nan berpotensi merugikan negara.

Ia meyakini tata kelola baru tersebut bakal membantu menjaga penerimaan negara sekaligus memperkuat fondasi perekonomian nasional dalam jangka panjang.

"Secara pasti, ke depan kebijakan ini bakal menyelamatkan Indonesia dari kebocoran USD 908 miliar nan lenyap selama tiga dasawarsa kemarin. Ini menunjukkan kebijakan ekonomi pemerintah sudah berada di jalan nan benar," pungkas Andre.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan