Andre Rosiade Kembali Temui Menteri PU, Kawal Percepatan Infrastruktur Sumbar

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade seusai menemui Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo di Kantor Kementerian PU, Jakarta, Rabu (12/8/2026). Foto: Dok. Istimewa

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra Andre Rosiade kembali menemui Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo di Kantor Kementerian PU, Jakarta, Rabu (12/8/2026). Pertemuan tersebut membahas percepatan pembangunan dan rehabilitasi prasarana di Sumatera Barat, termasuk jalan, jembatan, irigasi, serta pengerukan sungai pascabencana.

Andre mengatakan, Kementerian PU terus mendorong realisasi program rehabilitasi dan rekonstruksi nan menjadi bagian dari komitmen pemerintah pusat untuk membangun kembali wilayah terdampak bencana. “Pagi ini, 12 Agustus 2026, kita kembali berjumpa dengan Pak Menteri PU dalam rangka berbincang dan membahas percepatan pembangunan prasarana Sumatera Barat,” kata Andre.

Menurutnya, sejumlah proyek strategis di Sumbar sekarang tengah dikawal agar dapat segera direalisasikan. Salah satunya kelanjutan pembangunan ruas Payakumbuh–Sitangkai nan sebelumnya telah dikerjakan melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD) 2025–2026.

“Payakumbuh–Sitangkai itu sudah selesai di IJD 2025–2026. Selanjutnya, Pak Menteri bakal membangun Sitangkai–Guguak Cino,” ujar Andre nan juga Ketua Umum Ikatan Keluarga Minang (IKM) ini.

Untuk ruas Sitangkai–Guguak Cino–Batusangkar, proyek tersebut telah masuk dalam usulan IJD dengan nilai sekitar Rp37 miliar. Andre juga menyebut pembangunan Jalan Lingkar Utara Kota Solok sebagai salah satu prioritas. Proyek tersebut telah masuk dalam usulan IJD dengan nilai sekitar Rp49 miliar dan ditargetkan dapat mulai dibangun pada 2027.

“Untuk masyarakat Kota Solok nan ditunggu-tunggu jalan lingkar utara, insyaallah bakal dibangun. Kita sedang menunggu persetujuan IJD dari Pak Menteri,” katanya.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade seusai menemui Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo di Kantor Kementerian PU, Jakarta, Rabu (12/8/2026). Foto: Dok. Istimewa

Berikutnya, pemerintah pusat juga didorong membangun ruas Kapujan–Rimbo Data di Kabupaten Pesisir Selatan sebagai tahap awal akses menuju Garabak Data. Ruas tersebut telah diusulkan melalui IJD dengan nilai sekitar Rp26 miliar.

Selain jalan, sejumlah jembatan juga menjadi perhatian. Jembatan Anduriang di Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, nan sebelumnya mengalami kerusakan, telah selesai tahap DED dan diarahkan masuk dalam penganggaran 2027 dengan nilai sekitar Rp47 miliar.

Andre juga menyampaikan rencana pembangunan kembali Jembatan Kalawi–Limau Manis nan rusak akibat musibah serta Jembatan Bintang Tujuah. Untuk Jembatan Bintang Tujuah, kelengkapan manajemen seperti AMDAL dan izin pinjam pakai area disebut telah diselesaikan sehingga diharapkan dapat mulai dibangun pada awal 2027.

Sementara itu, program Jembatan Gantung dan pembangunan Jalan Bidan Dona di Kabupaten Pasaman tetap memerlukan pemenuhan anggaran untuk alokasi DIPA 2026.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, Sumatera Barat menjadi salah satu wilayah nan mendapat perhatian pemerintah dalam program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. “Pembangunan di daerah-daerah nan terkena akibat musibah kudu kita utamakan, terutama jembatan dan jalan,” kata Dody.

Andre menegaskan dirinya bakal terus mengawal program pemerintah pusat agar anggaran pembangunan betul-betul mengalir dan memberikan faedah bagi masyarakat Sumbar. “Kita bakal buktikan triliunan rupiah setiap tahun mengucur ke Sumbar untuk membangun dan memperbaiki Sumatera Barat,” tegasnya.

Dody menambahkan, Kementerian PU juga bakal memaksimalkan program padat karya dalam penyelenggaraan proyek rehabilitasi dan rekonstruksi. Selain mempercepat pemulihan infrastruktur, program tersebut diharapkan membantu menggerakkan kembali perekonomian masyarakat di wilayah terdampak bencana.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan