Andre Rosiade Dorong Percepatan Pembebasan Lahan Tol Padang-Sicincin

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta -

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade menyampaikan pembebasan lahan menjadi kunci utama pembangunan ruas jalan Tol Padang-Sicincin. Andre tidak mau keterlambatan proyek tol sebelumnya di Sumatera Barat(Sumbar) terulang kembali lantaran persoalan lahan.

Hal itu disampaikan Andre saat rapat Pendahuluan Persiapan Pembangunan Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Padang Seksi Bukittinggi-Padang Panjang-Sicincin di Kantor Kejati Sumbar, Jalan Raden Saleh, Padang, Kamis (9/4/2026). Rapat digelar berbareng Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumbar Muhibuddin dan difasilitasi Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kementerian PU Sumbar Elsa Putra Friandi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rapat dihadiri Gubernur Sumbar Mahyeldi, Direktur Utama Hutama Karya Koentjoro, Kakanwil ATR/BPN Sumbar Teddi Guspriadi, serta kepala wilayah nan wilayahnya dilalui trase tol. Turut datang Bupati Padang Pariaman Jon Kennedy Azis, Bupati Tanah Datar Eka Putra, Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias, Wakil Wali Kota Padang Panjang Alex Saputra, dan Sekretaris Daerah Kabupaten Agam Muhammad Lutfi. Kejati juga menghadirkan para kepala kejaksaan negeri di wilayah nan dilalui trase tol.

"PR kita hanya satu, pembebasan lahan. Kenapa kita adakan rapat hari ini adalah untuk mengantisipasi ini. Karena di Sumbar masalahnya selalu lahan," kata Andre.

Andre membandingkan progres pembangunan tol di Sumbar dengan wilayah lain. Ia menyebut ruas Pekanbaru-Dumai sepanjang 131 kilometer selesai lebih sigap dibandingkan Padang-Sicincin sepanjang 36 kilometer nan baru rampung beberapa tahun kemudian.

"Akibatnya pemerintah pusat menilai Sumbar tidak menarik lagi untuk dibangunkan tol. Karena itu kita bekerja keras meyakinkan Presiden dan Menteri PU agar Sicincin dilanjutkan ke Bukittinggi," ujarnya.

Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPR RI ini berkomitmen kepada Presiden Prabowo agar proyek ini bisa selesai sebelum 2029. Ia meminta seluruh kepala wilayah serius membantu percepatan pembebasan lahan.

"Kita hanya punya waktu satu tahun untuk memastikan proses pembebasan lahan ini berjalan. Kita kudu buktikan Sumatera Barat bisa menyelesaikan persoalan lahan," tegasnya.

Andre mengungkap, proyek lanjutan tol Sicincin-Bukittinggi berbobot sekitar Rp25,6 triliun dan sangat krusial untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Sumbar nan saat ini tetap rendah.

"Pertumbuhan ekonomi Sumbar hanya sekitar 3 persen, apalagi bisa turun ke 2,5 persen. Kita butuh investasi besar masuk ke wilayah ini," katanya.

Sementara, Muhibuddin menegaskan pihaknya siap mengawal penuh proses pembebasan lahan agar melangkah sesuai target. Berdasarkan timeline nan disusun, setelah penetapan letak pada September 2026, pembebasan lahan ditargetkan berjalan hingga Juni 2027 dengan capaian 60 persen pada Januari 2027.

"Kami siap mengawal 24 jam sebagai pengacara negara. Kalau ada halangan norma mengenai pengadaan tanah, silakan koordinasi dengan kami. Jangan sampai proyek ini terhenti hanya lantaran persoalan administrasi," kata Muhibuddin.

Muhibuddin menyampaikan proses pembebasan lahan bakal dilakukan secara yuridis dan sosiologis agar kewenangan masyarakat tetap terlindungi tanpa menghalang kepentingan pembangunan.

Sementara itu, Kakanwil ATR/BPN Sumbar Teddi Guspriadi menyebut tahapan pengadaan tanah dimulai dari penyusunan Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah (DPPT) pada April hingga Juni 2026. Kemudian dilanjutkan penetapan letak pada September 2026. Menurutnya, sosialisasi krusial dilakukan sejak awal kepada masyarakat agar tidak muncul bentrok di tahap pelaksanaan.

"Jangan sampai ada pihak nan berkuasa tidak mengetahui lahannya terdampak. Sosialisasi menjadi kunci agar proses melangkah lancar," ujarnya.

Gubernur Sumbar Mahyeldi menegaskan support penuh pemerintah wilayah terhadap percepatan pembangunan tol Sicincin-Bukittinggi. Ia meminta seluruh kepala wilayah aktif melakukan pendekatan kepada masyarakat agar proses pembebasan lahan melangkah tanpa hambatan.

"Kita tidak mau keterlambatan nan pernah terjadi sebelumnya terulang kembali. Pembebasan lahan adalah kunci utama kelanjutan pembangunan tol ini," kata Mahyeldi.

Mahyeldi menekankan pembangunan tol menjadi aspek krusial dalam mendorong mobilitas peralatan dan jasa serta pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat.

Selain percepatan pembebasan lahan, rapat juga memaparkan kesiapan teknis proyek oleh Hutama Karya. Direktur Utama Hutama Karya Koentjoro menyampaikan studi kepantasan (FS) telah selesai disusun dan dibahas.

Tracking survei trase di area Suaka Margasatwa Barisan telah dilakukan berbareng BKSDA. Saat ini survei trase dan topografi tetap berlangsung, termasuk proses perizinan di area suaka margasatwa dan rimba lindung.

Basic design dan penyusunan ROW plan ditargetkan berjalan sepanjang 2026 hingga awal 2027. Dokumen lingkungan seperti AMDAL dan Andalalin juga disiapkan pada periode nan sama.

Dalam aspek perizinan area kehutanan, proses nan melangkah meliputi persetujuan aktivitas survei pengetahuan bumi teknis dan kerja sama dengan Ditjen KSDAE pada area suaka margasatwa, serta persetujuan aktivitas survei dan penggunaan area rimba lindung melalui Ditjen Planologi Kehutanan.

Secara keseluruhan, bangunan ruas Bukittinggi-Padang Panjang ditargetkan selesai pada kuartal I 2029, sementara ruas Padang Panjang-Sicincin direncanakan rampung pada kuartal II 2031. Proyek ini diharapkan menjadi pengungkit utama konektivitas dan pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat melalui kelanjutan jaringan Tol Trans Sumatera.

(dek/imk)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News