Ancaman Siber Dorong Penguatan Sistem Perlindungan Digital

Sedang Trending 53 menit yang lalu
Ancaman Siber Dorong Penguatan Sistem Perlindungan Digital ilustrasi(Antara)

Meningkatnya ancaman serangan siber berskala besar mendorong penguatan sistem perlindungan digital bagi pelaku upaya dan industri strategis. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, IDCloudHost memperluas kerja sama internasional dengan StormWall guna meningkatkan kapabilitas jasa Anti-DDoS dan menjaga stabilitas infrastruktur digital pelanggan. Kolaborasi tersebut dijalankan melalui entitas upaya internasionalnya, Cloud Host Pte Ltd, dengan menghadirkan integrasi langsung ke prasarana keamanan dunia milik StormWall nan mempunyai jaringan scrubbing center di beragam wilayah dunia.

Melalui support tersebut, proses mitigasi serangan siber dapat dilakukan lebih awal sebelum trafik rawan mencapai server pelanggan, sehingga akibat downtime dapat ditekan dan performa jasa tetap terjaga.

Seiring meningkatnya kebutuhan perlindungan DDoS, IDCloudHost juga meningkatkan kapabilitas perlindungan regional hingga 1 Tbps alias 1.000 Gbps. Kapasitas tersebut didistribusikan pada node scrubber di Singapura, Hong Kong, dan Jakarta untuk memastikan proses filtering trafik melangkah sigap dan stabil saat menghadapi lonjakan trafik dalam skala besar.

Chief Technology Officer IDCloudHost, Faisal Reza, mengatakan langkah tersebut menjadi bagian dari strategi penguatan keamanan prasarana digital di tengah semakin kompleksnya ancaman siber.

“Serangan DDoS semakin kompleks dan masif. Oleh lantaran itu, kerjasama antara IDCloudHost dengan StormWall konsentrasi menghadirkan perlindungan dengan kapabilitas besar dan respon real-time. Tujuannya agar pengguna tetap dapat menjalankan bisnisnya kondusif dan lancar tanpa gangguan,” ucap Faisal dikutip dari siaran pers nan diterima, Jumat (22/5).

Layanan Anti-DDoS nan dikembangkan mengusung tiga pilar utama, ialah perlindungan website, server, dan jaringan.

Pada level website, sistem dirancang untuk mengurangi beban server melalui filtering trafik nan efisien sehingga performa dan kecepatan akses tetap optimal, termasuk saat terjadi lonjakan trafik akibat serangan.
Sementara pada level server, perlindungan mencakup jasa TCP dan UDP tanpa pembatasan port maupun volume trafik serangan. Filtering dilakukan pada layer 3 hingga layer 5 model OSI untuk menghadapi beragam jenis serangan DDoS agar server tetap melangkah stabil dalam kondisi trafik tinggi.

Di sisi jaringan, sistem melakukan kajian trafik secara real-time untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan. Layanan tersebut juga dilengkapi perlindungan DNS, notifikasi otomatis, serta support API agar pengguna dapat memantau kondisi jaringan secara menyeluruh dan merespons potensi ancaman lebih cepat.

“Fokus kami adalah menghadirkan solusi nan siap digunakan dan memberikan akibat nyata bagi bisnis. Dengan kapabilitas hingga 1 Tbps di regional dan support teknologi dunia hingga lebih dari 5 Tbps, pengguna tidak perlu lagi cemas terhadap gangguan akibat serangan DDoS,” tambah Faisal.

Layanan Anti-DDoS tersebut ditujukan bagi beragam sektor dengan potensi trafik tinggi seperti perbankan, penyedia jasa internet (ISP), pendidikan, hingga pemerintahan. 

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia