Analisis LaLiga: Akademi Kunci Sukses Kejayaan Timnas Spanyol dan Klub-Klub Negeri Matador!

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Ramdani Bur , Jurnalis-Jum'at, 21 Agustus 2026 |01:05 WIB

 Akademi Kunci Sukses Kejayaan Timnas Spanyol dan Klub-Klub Negeri Matador!

LaLiga sebut akademi jadi kunci sukses Timnas Spanyol dan klub Spanyol berjaya. (Foto: LaLiga)

LALIGA melakukan kajian mendalam mengenai akibat akademi sepakbola terhadap kesuksesan olahraga dan ekonomi sepakbola Spanyol, dengan menjadikan kemenangan Piala Dunia 2026 serta performa kumulatif tim nasional putra, putri, dan golongan usia Spanyol selama satu dasawarsa terakhir sebagai tolok ukur,

Tak sampai di situ, juga tercermin dalam kesuksesan klub-klub di LALIGA EA SPORTS dan HYPERMOTION. Data menunjukkan komitmen berkepanjangan terhadap pengembangan talenta telah menjadi salah satu penggerak utama daya saing sepakbola Spanyol di tingkat global.

Studi nan dilakukan Departemen Football Projects LALIGA – nan merupakan penggagas National Youth Academy Plan – menunjukkan Spanyol merupakan tim nasional Eropa dengan kesuksesan internasional kumulatif terbesar dalam 10 tahun terakhir, dengan total 23 gelar nan diraih tim senior dan golongan usia, baik putra maupun putri. Spanyol unggul jauh dari Jerman dengan 9 gelar, Inggris dengan 7, Prancis dan Portugal masing-masing 6, Belanda 5, serta Italia 4 gelar.

 LaLiga) LaLiga memberikan kajian mendalam soal kesuksesan Timnas Spanyol dan klub Negeri Matador. (Foto: LaLiga)

Sejak 2016, kesuksesan tersebut mengalami peningkatan, sejalan dengan semakin kuatnya konsolidasi kerja nan dilakukan oleh klub, federasi, dan LALIGA dalam bagian pembinaan dan pengembangan pemain melalui jaringan kepintaran kolektif Youth Academy Meetings sejak 2016 serta National Plan for the Improvement and Optimisation of Youth Academies nan diluncurkan pada 2022.

“Data menunjukkan bahwa komitmen jangka panjang terhadap pengembangan pemain muda merupakan strategi nan telah terbukti bisa menghasilkan dampak, baik di lapangan maupun secara finansial. Di LALIGA, kami bekerja berbareng klub-klub untuk membantu mereka memperkuat proses pengembangan pemain, berbagi pengetahuan, dan meningkatkan standar kualitas akademi mereka, dengan tetap menghormati identitas dan filosofi masing-masing klub,” kata Juan Florit, Head of Football Projects LALIGA.

“Bukti nan ada menunjukkan bahwa proyek nan mempertahankan komitmen berkepanjangan terhadap pengembangan pemain muda menciptakan lebih banyak kesempatan bagi para pemain, meningkatkan nilai bagi klub, serta menghasilkan kesuksesan nan lebih besar bagi sepak bola Spanyol secara keseluruhan, baik di level klub maupun internasional. Bagi kami, perihal nan paling krusial bukan hanya hasil nan luar biasa, tetapi juga proses nan memungkinkan hasil tersebut dicapai dan dipertahankan dalam jangka panjang,” lanjut Juan Florit.

1. Generasi Juara Dunia Lahir dari Akademi Sepakbola Spanyol

Salah satu temuan utama dari kajian ini adalah hubungan erat antara kesuksesan tim nasional nan menjuarai Piala Dunia dengan pembinaan nan dilakukan melalui struktur pengembangan pemain muda di klub.

Menurut studi tersebut, 25 dari 26 pemain nan dipanggil Spanyol untuk Piala Dunia 2026 menjalani proses pembinaan melalui sistem akademi sebelum mencapai level elite, dengan 11 klub LALIGA secara langsung terwakili di antara klub-klub nan mengembangkan para pemain dalam skuad juara tersebut. Data ini menegaskan bahwa kesuksesan tim nasional bukanlah hasil dari kerja hanya beberapa akademi, melainkan merupakan hasil dari ekosistem pengembangan pemain nan luas, beragam, dan saling terhubung.

Klub-klub nan mengembangkan para pemain tim nasional Spanyol juara bumi dan kemudian ditransfer ke klub lain telah memperoleh lebih dari €466 juta dalam biaya transfer dari para pemain tersebut sepanjang pekerjaan mereka. Angka ini belum termasuk pendapatan tambahan dari kompensasi training maupun sistem solidaritas dan kompensasi lainnya. Nilai tersebut semakin bertambah dengan kontribusi para pemain nan tetap berada di klub asal mereka.

Sembilan pemain juara bumi nan tetap berada di klub tempat mereka dibina mempunyai nilai sekitar €545 juta dalam nilai olahraga dan aset, sehingga klub dapat menghindari biaya pasar nan signifikan sekaligus mempertahankan aset strategis bagi klub mereka.

2. Semakin Banyak Pemain Binaan, Semakin Besar Daya Saing

Laporan ini juga menyoroti hubungan antara penggunaan pemain bimbingan sendiri (home-grown players) dan performa olahraga dalam kompetisi. Pada musim 2025-2026, LALIGA kembali memimpin lima liga top Eropa dalam persentase menit bermain nan diberikan kepada pemain bimbingan sendiri, dengan 20,1 persen dari total menit pertandingan. LALIGA berada di depan Ligue 1 (16,1 persen), Bundesliga (11,9 persen), Premier League (8,3 persen), dan Serie A (7,6 persen).

Selain itu, sejumlah klub nan paling banyak mengandalkan pemain bimbingan sendiri juga termasuk di antara klub-klub paling kompetitif dalam sepakbola Spanyol. Pada musim 2025-2026, klub-klub nan menonjol adalah Athletic Club (69,5 persen menit bermain oleh pemain binaan), Real Sociedad (55,2 persen), FC Barcelona (47,5 persen), RC Celta (43,1 persen), CA Osasuna (26,1 persen), dan Sevilla FC (25,0 persen), disusul Valencia CF (23,8 persen) dan Real Madrid (23,1 persen).

Angka-angka itu menunjukkan investasi terhadap talenta bimbingan sendiri tidak hanya dapat melangkah seiring dengan persaingan di level tertinggi, tetapi juga dapat menjadi kelebihan kompetitif nan berkelanjutan, baik dari sisi olahraga maupun ekonomi. Hal ini tercermin dari adanya hubungan erat antara ranking penggunaan pemain akademi dengan posisi teratas pada klasemen akhir liga.

Hubungan antara akademi dan performa kompetitif juga terlihat di LALIGA HYPERMOTION. Tiga klub nan sukses meraih promosi ke LALIGA EA SPORTS – Real Racing Club, RC Deportivo, dan Málaga CF – termasuk di antara klub-klub nan memberikan menit bermain terbesar kepada pemain bimbingan sendiri.

Málaga memimpin bagian tersebut dengan 57,3 persen menit bermain nan diberikan kepada pemain jebolan akademi, sementara Racing (21,4 persen) dan Deportivo (17,7 persen) juga termasuk klub nan paling banyak mengandalkan talenta bimbingan sendiri. Selain itu, ketiga klub tersebut termasuk di antara klub dengan jumlah pemain jebolan akademi terbanyak dalam skuad: Málaga mempunyai 11 pemain, Racing 9, dan Deportivo 6. Hal ini semakin memperkuat pandangan bahwa komitmen terhadap pengembangan pemain muda dapat menjadi aspek krusial dalam mencapai kesuksesan olahraga.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari

Follow

Berita Terkait

Telusuri buletin bola lainnya

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com