Anak Sulit Fokus Belajar? Coba Cek Kebiasaan Sarapannya, Moms!

Sedang Trending 2 jam yang lalu
Ilustrasi anak susah konsentrasi belajar. Foto: Shutterstock.

Saat anak susah konsentrasi belajar, orang tua biasanya mengaitkannya dengan suasana kelas nan kurang nyaman, penggunaan gadget nan berlebihan, langkah belajar nan tidak menyenangkan, alias jam tidur nan kurang.

Ya Moms, faktor-faktor itu memang bisa memengaruhi konsentrasi anak. Namun, ada satu kebiasaan sederhana nan juga perlu diperhatikan dari rumah: apakah anak sudah sarapan bergizi komplit sebelum memulai aktivitas?

Sarapan bukan sekadar mengisi perut sebelum sekolah saja, Moms. Setelah tidur semalaman, tubuh tidak mendapatkan asupan selama beberapa jam. Ketika anak melewatkan sarapan, dia bisa lebih mudah merasa lapar, lemas, alias kurang antusias saat mengikuti pelajaran.

Kondisi tersebut dapat membikin anak lebih susah menjaga perhatian, terutama ketika kudu duduk cukup lama, memahami materi baru, dan mengerjakan tugas sejak pagi hari.

Jurnal Advances in Nutrition menemukan bahwa sarapan dapat memberikan pengaruh positif jangka pendek terhadap kegunaan kognitif anak di pagi hari. Dengan begitu, kebiasaan makan pagi bisa menjadi salah satu aspek nan ikut mendukung kesiapan anak untuk belajar.

Di Indonesia, persoalan sarapan anak juga bukan hanya sekadar sudah makan alias belum. Menurut studi Quantity and Quality of Breakfast of Children Aged 2.0 to 12.9 Years in Indonesia nan dipublikasikan dalam jurnal Gizi Indonesia, dari 2.629 anak Indonesia usia 2,0–12,9 tahun, hanya 31,6 persen anak nan mempunyai jumlah sarapan nan cukup. Sementara itu, hanya 21,6 persen anak nan kualitas sarapannya tergolong baik, dan hanya 9,2 persen nan sarapannya cukup secara jumlah sekaligus baik secara kualitas.

Temuan ini menunjukkan bahwa orang tua tidak cukup hanya memastikan anak makan sesuatu di pagi hari. Isi sarapannya juga perlu diperhatikan. Dalam studi nan sama, sarapan berbobot baik digambarkan sebagai sarapan nan mengandung sumber energi, protein, serta vitamin dan mineral. Studi tersebut juga menyinggung bahwa sarapan setiap hari merupakan salah satu pesan dalam Pedoman Gizi Seimbang di Indonesia.

Pentingnya Anak Sarapan bergizi komplit sebelum Beraktivitas

Ilustrasi anak sedang sarapan berbareng keluarga. Foto: Shuttestock.

Bagi anak, pagi hari menjadi waktu ketika tubuh mulai menggunakan daya untuk banyak aktivitas. Anak perlu berjalan, bermain, berinteraksi dengan teman, mendengarkan guru, membaca, menulis, berhitung, hingga mengingat info baru. Semua aktivitas itu memerlukan kondisi tubuh nan siap, Moms.

Karena itu, menu sarapan sebaiknya tidak hanya membikin anak kenyang sesaat, tetapi juga membantu memenuhi kebutuhan gizinya. Karbohidrat berkedudukan sebagai sumber energi, protein membantu mendukung pertumbuhan dan kegunaan tubuh, serat membantu rasa kenyang memperkuat lebih lama, sementara vitamin dan mineral berkedudukan dalam beragam kegunaan tubuh, termasuk metabolisme daya dan kesehatan secara umum.

Namun, membangun kebiasaan sarapan bergizi komplit kerap menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua. Apakah Anda salah satunya, Moms?

Pagi hari biasanya waktu melangkah begitu cepat. Anak kudu bersiap sekolah, belum lagi jika Anda juga kudu memulai aktivitas. Sementara sarapan tetap perlu disiapkan. Dalam situasi seperti ini, pilihan sarapan nan mudah disiapkan seperti Energen dapat membantu Anda menjaga rutinitas pagi anak tetap konsisten.

Sarapan dengan Energen. Dok. Energen.

Selain mudah disiapkan, Energen mengandung karbohidrat, serat, susu, 10 vitamin, dan mineral untuk membantu melengkapi kebutuhan nutrisi anak sebelum beraktivitas. Kandungan vitamin B kompleks di dalamnya juga berkedudukan dalam membantu tubuh menghasilkan energi, sehingga anak tidak mudah lemas saat menjalani aktivitas di sekolah.

Selain itu, kandungan sereal berserat di dalam Energen juga dapat membantu anak merasa kenyang lebih lama sebelum memulai aktivitas sekolah. Dengan begitu, anak bisa memulai hari dengan kondisi tubuh nan lebih siap untuk mengikuti pelajaran dan beragam aktivitas di sekolah, Moms

Meski begitu, sarapan tetap perlu dilihat sebagai bagian dari kebiasaan sehat nan lebih luas. Anak tetap memerlukan tidur cukup, pola belajar nan baik, lingkungan nan mendukung, kesehatan nan terjaga, serta asupan makanan seimbang sepanjang hari. Sarapan bergizi bukan jalan pintas agar anak langsung berprestasi, tetapi bisa menjadi langkah sederhana untuk membantu tubuhnya lebih siap belajar.

Jadi, saat anak mulai terlihat susah konsentrasi belajar, coba cek kembali rutinitas paginya ya Moms. Apakah dia sudah tidur cukup? Apakah sempat sarapan? Apakah isi sarapannya sudah membantu memenuhi kebutuhan daya dan gizinya?

Anda dapat mulai membangun kebiasaan sarapan bergizi komplit sejak pagi. Energen, sarapan bergizi komplit pilihan Alodokter, bisa menjadi pilihan sarapan nan mudah disiapkan dan membantu anak memulai hari dengan lebih siap. Menariknya lagi, Anda juga dapat scan QR code di belakang bungkusan Energen untuk mendapatkan konsultasi cuma-cuma dengan master seputar kebutuhan gizi anak.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan